POJOKSATU.id — Perjalanan guru dalam mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) kini tak lagi hanya sekadar mengikuti pelatihan daring dan tatap muka.
PPG Guru Tertentu 2025 dilakukan dengan menempatkan Jurnal Pembelajaran dan Aksi Nyata sebagai salah satu elemen paling penting dalam keseluruhan proses pembelajaran mandiri.
Dokumen ini bukan hanya isian formalitas, melainkan cerminan komitmen guru dalam mengimplementasikan praktik pembelajaran yang berpihak pada murid.
Lewat jurnal ini, para guru didorong untuk benar-benar mendalami refleksi, mengamati dampak strategi ajar yang digunakan, hingga mengevaluasi langkah ke depan agar pembelajaran makin bermakna dan kontekstual.
Jangan Sampai Gagal Validasi!
Untuk memastikan jurnal yang dibuat dapat divalidasi dengan baik oleh sistem dan dinyatakan lulus, guru perlu memperhatikan beberapa ketentuan teknis. Empat poin berikut ini wajib dipenuhi:
-
Tulisan minimal 300 kata. Jangan sampai terlalu singkat karena sistem akan menolak jika jurnal dianggap tidak memenuhi kedalaman refleksi.
-
Hindari plagiasi. Setiap kalimat harus merupakan hasil pemikiran dan pengalaman pribadi guru selama proses aksi nyata.
-
Gunakan pengolah kata yang direkomendasikan. Sebaiknya mengetik jurnal menggunakan Ms. Word atau Google Docs.
Hindari penggunaan terlalu banyak gambar atau elemen visual yang dapat menyulitkan sistem membaca dokumen.
-
Unggah dalam format PDF. Format ini dipilih karena lebih stabil, mudah dibaca sistem, dan tidak berubah saat dibuka dari perangkat berbeda.
Mengapa Penting di Tahun 2025?
Seiring dengan penyesuaian Kurikulum Merdeka, pendekatan yang digunakan dalam PPG Guru Tertentu, salah satunya menekankan pembelajaran berdiferensiasi dan perencanaan berbasis Understanding by Design (UbD), selain topik lain dalam tiap tahapan modul.
Artinya, guru tidak hanya dituntut mengajar, tetapi harus memahami kebutuhan siswa secara menyeluruh: mulai dari kesiapan akademik, minat belajar, hingga gaya belajarnya.
Melalui jurnal aksi nyata, guru dapat menyusun dokumentasi praktik pembelajaran secara reflektif dan sistematis.
Di sinilah guru menjadi pembelajar sepanjang hayat, karena bukan hanya mencatat keberhasilan, tapi juga mengidentifikasi tantangan dan memperbaiki proses mengajarnya secara berkelanjutan.
Penyusunan Jurnal Aksi Nyata
Bagi guru peserta PPG, menyusun jurnal bukan sekadar aktivitas administratif. Prosesnya melibatkan tahapan yang berkesinambungan dan sarat refleksi, sebagai contoh:
1. Asesmen Awal Siswa
Guru memulai dengan memetakan kondisi awal siswa. Data yang dikumpulkan mencakup kesiapan kognitif, minat, serta gaya belajar.
Hasil asesmen ini akan menjadi dasar dalam menyusun strategi pembelajaran berdiferensiasi.
2. Perencanaan Pembelajaran Berdiferensiasi
Rencana pembelajaran disusun dengan mempertimbangkan hasil asesmen awal. Guru menyiapkan materi, metode, dan bentuk produk belajar yang berbeda sesuai kelompok siswa.
Ini termasuk pilihan media belajar (teks, video, audio, alat peraga) dan aktivitas yang beragam.
3. Pelaksanaan Pembelajaran dan Umpan Balik
Saat proses belajar berlangsung, guru mengimplementasikan strategi berdiferensiasi yang telah dirancang.
Di sini, keterlibatan murid menjadi tolak ukur keberhasilan. Umpan balik diberikan secara langsung, dan guru juga melakukan pencatatan perkembangan siswa selama kegiatan berlangsung.
4. Refleksi dan Rencana Perbaikan
Bagian ini menjadi inti dari jurnal aksi nyata. Guru mengevaluasi proses yang telah dijalankan: strategi mana yang berhasil, tantangan apa yang muncul, dan apa yang perlu diperbaiki.
Kemudian dirumuskan rencana tindak lanjut untuk pembelajaran selanjutnya.
Format Jurnal Aksi Nyata
Agar jurnal mudah dibaca dan sistematis, berikut format yang direkomendasikan:
| Komponen | Penjelasan |
|---|---|
| Identitas Pembelajaran | Nama guru, jenjang, mata pelajaran, topik pembelajaran |
| Profil Siswa | Data hasil asesmen awal siswa |
| Tujuan Pembelajaran | Menggunakan pendekatan UbD yang spesifik dan terukur |
| Strategi Berdiferensiasi | Pembeda dalam konten, proses, dan produk pembelajaran |
| Dokumentasi Aktivitas | Deskripsi naratif kegiatan kelas, bisa dilengkapi foto |
| Refleksi Guru | Evaluasi, tantangan, dan rencana tindak lanjut pembelajaran |
Contoh Praktik Jurnal Aksi Nyata
Banyak guru peserta PPG tahun 2025 telah membagikan pengalamannya. Misalnya:
-
Di salah satu SD di Yogyakarta, guru kelas menerapkan metode "menu pembelajaran", di mana murid bebas memilih gaya belajar yang mereka sukai. Hasilnya, partisipasi aktif meningkat pesat.
-
Di Bandung, seorang guru IPA menggabungkan eksperimen dan video pembelajaran. Murid yang semula pasif menjadi lebih antusias, menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan.
Download Contoh Jurnal Aksi Nyata di Sini
Agar lebih mudah dalam menyusun jurnal, bapakibu bisa melihat dan mengunduh contoh jurnal-jurnal aksi nyata yang telah tersedia secara daring.
Berikut dua tautan Google Drive yang berisi kumpulan jurnal PPG dari berbagai daerah dan mata pelajaran:
DOWNLOAD PDF Kumpulan Jurnal AKSI NYATA – Link 1
DOWNLOAD PDF Kumpulan Jurnal AKSI NYATA – Link 2
Melalui Jurnal Pembelajaran dan Aksi Nyata, guru diajak untuk berpikir lebih reflektif dan strategis.
Silakan gunakan sebagai inspirasi dan referensi, tetapi tetap pastikan jurnal yang dibuat adalah hasil pemikiran dan pengalaman pribadi, ya. ***




