POJOKSATU.id - Peran guru dalam pengembangan karakter siswa di Sekolah Dasar (SD) menjadi kunci utama pembentukan kepribadian anak-anak.

Guru tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga model teladan yang membimbing siswa dalam memahami dan mengaplikasikan prinsip-prinsip moral sehari-hari.

Guru berperan sebagai katalisator pembentukan sikap positif dan kemampuan sosial siswa, menjadi figur teladan yang memberikan inspirasi dan motivasi.

Ini tidak hanya membangun kecerdasan akademis, tetapi juga membentuk integritas dan interaksi positif dengan lingkungan.

Baca Juga: Game Edukasi Wordwall, Solusi Mengatasi Kejenuhan dalam Pembelajaran Anak Sekolah Dasar

Integrasi materi pendidikan karakter ke dalam kurikulum menjadi strategi efektif. Hal ini memungkinkan siswa melihat keterkaitan antara pengetahuan akademis dan nilai-nilai moral, menciptakan siswa yang cerdas secara akademis dan bertanggung jawab secara moral.

Berikut pemikiran dalam artikel berjudul "Pentingnya Seorang Guru Mengenal Karakter Pendidikan Usia Sekolah Dasar (SD)" yang ditulis oleh Tif Azizah seorang guru dari SD Negeri Jemur Wonosari I Surabaya.

Sebuah peradaban akan menurun apabila terjadi demoralisasi pada masyarakatnya.

Banyak orang bijak mengatakan bahwa faktor moral (akhlak) adalah hal utama yang harus dibangun terlebih dahulu agar bisa membangun sebuah masyarakat yang tertib, aman, dan sejahtera.

Baca Juga: Strategi Kreatif Guru! Cara Praktis Membuat Game Edukasi dengan Wordwall agar Anak Tidak Jenuh saat Belajar

Indonesia saat ini sedang menghadapi masalah berat, yaitu terjadinya krisis multidimensi yang berkepanjangan.

Masalah ini sebetulnya mengakar pada menurunnya kualitas moral bangsa yang dicirikan oleh membudayanya praktek KKN, konflik antar etnis, agama, politisi, remaja, dan sebagainya, meningkatnya kriminalitas, menurunnya etos kerja, dan masih banyak lainnya.

Budaya-budaya tersebut penyebab utama sulitnya negara kita untuk bangkit dari krisis.

Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. Usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang.

Banyak pakar mengatakan kegagalan penanaman karakter sejak usia dini, akan membentuk pribadi yang bermasalah dimasa dewasanya kelak.

Baca Juga: Kemdikbudristek Dorong Penguatan Pendidikan Karakter, Komentar Artis Ben Kasyafani Bikin Semangat Para Guru

Oleh karena itu penanaman moral melalui pendidikan karakter sedini mungkin diberikan kepada anak-anak adalah kunci utama untuk membangun suatu bangsa.

Rumusan Masalah

Apa pentingnya pendidikan karakter di sekolah dasar?
Bagaimana peran guru dalam pendidikan karakter di sekolah dasar?

Tujuan

Menjelaskan tentang pentingya pendidikan karakter di sekolah dasar dan bagaimana peran guru dalam pendidikan karakter di sekolah dasar.


Pentingnya Pendidikan Karakter di Usia Sekolah Dasar

Pendidikan karakter pada anak usia sekolah dasar (SD), saat ini sangat diperlukan karena bangsa Indonesia sedang mengalami krisis karakter dalam diri anak bangsa.

Karakter di sini adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Emas 2045, Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Buat Milenial dan Gen Z

Sejatinya pendidikan karakter ini memang sangat penting dimulai sejak dini. Sebab, falsafah menanam sekarang menuai hari esok adalah sebuah proses yang harus dilakukan dalam rangka membentuk karakter anak bangsa.

Pada usia anak-anak terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50 persen variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun.

Peningkatan 30 persen berikutnya terjadi pada usia 8 tahun (SD), dan 20 persen pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua (SMP).

Peran Guru dalam Pengembangan Karakter di Sekolah Dasar

Ada beberapa strategi yang dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi para guru untuk memainkan peranannya secara optimal dalam hal pengembangan pendidikan karakter peserta didik di sekolah, sebagai berikut.

Baca Juga: Wahab Tahir Minta Guru dan Orang Tua Lebih Perhatikan Pendidikan Karakter Anak

Guru tak seharusnya menempatkan diri sebagai aktor yang dilihat dan didengar oleh siswa, tetapi guru seyogyanya berperan sebagai sutradara yang mengarahkan, membimbing, memfasilitasi dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat melakukan dan menemukan sendiri hasil belajarnya.

  • Integrasi materi pendidikan karakter ke dalam mata pelajaran.
  • Mengoptimalkan kegiatan pembiasaan diri yang berwawasan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia.
  • Penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya karakter siswa.
  • Menjalin kerja sama dengan orang tua siswa dan masyarakat dalam pengembangan pendidikan karakter.
  • Menjadi figur teladan bagi peserta didik.

Dalam uraian di atas menggambarkan peranan guru dalam pengembangan pendidikan karakter di sekolah dasar yang berkedudukan sebagai katalisator atau teladan, inspirator, motivator, dinamisator, dan evaluator.

Baca Juga: Bantuan Pendidikan PIP Biisa Lewat Hp, Cek Link Penerima PIP Kemdikbud Oktober 2023 untuk SD, SMP, SMA di Sini

Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen itu sendiri, yaitu kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan sekolah, pelaksana aktivitas atau kegiatan ekstrakulikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.

Diharapkan dengan diterapkannya pendidikan karakter di SD dapat membentuk pribadi peserta didik yang unggul dalam berperilaku dan memiliki kepribadian yang sesuai moral-moral Pancasila dan agama.

Untuk itu penerapan pendidikan karakter di SD sangat diperlukan sehingga kita dapat menjadi manusia yang bermoral Pancasila.***