POJOKSATU.id — Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB membuka rangkaian menuju Pasar Seni ITB 2025 melalui acara pra-Pasar Seni bertajuk “Saling Senggol”, Sabtu (16/8/2025) di Gedung CAD, Kampus Ganesha ITB.

Acara ini menghadirkan ruang kolaborasi antara mahasiswa, alumni, dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan konsep Pattern Recognition yang menggabungkan interaksi dunia nyata dan maya.

“Saling Senggol menjadi wadah bagi komunitas seni untuk saling bertemu, berbagi ide, dan membangun kolaborasi kreatif,” ujar Kayla Davina Hafsah Ruslan (DKV 22), Ketua Pasar Seni ITB 2025.

Ragam Aktivitas dan Pertemuan Generasi#

Acara ini menampilkan berbagai kegiatan, mulai dari audisi band mahasiswa, pertunjukan band alumni, hingga Pasar Senggol yang memamerkan ratusan karya seni, produk kreatif, dan merchandise.

Baca Juga: Mahasiswa Asing Ikut Bacakan Puisi, Semarak HUT ke-80 RI di UB Jadi Momen Persahabatan Antarbangsa

Lima band mahasiswa berhasil terpilih, sementara enam band alumni dan mahasiswa lainnya turut diundang untuk menambah kemeriahan suasana.

Denisa Febriyanti Bagjana (DKV, 22) menekankan bahwa acara ini menjadi sarana membangun solidaritas antar-generasi FSRD ITB.

“Momentum Saling Senggol menunjukkan bahwa mahasiswa dan alumni dapat saling menguatkan, dan semangat ini harus tetap terjaga hingga gelaran utama nanti,” ungkapnya.

Edukasi dan Apresiasi Digital#

Selain hiburan, acara ini juga menghadirkan aktivitas interaktif yang mengedukasi masyarakat tentang seni rupa dan desain.

Mochamad Fachrudin (DP, 22), penanggung jawab kreatif dan pemasaran, mengatakan bahwa tujuan utama acara ini adalah memperluas pemahaman publik terhadap dunia seni yang kini terjalin antara realitas fisik dan digital.

Baca Juga: Kado Kemerdekaan, Siswa MIN 7 Tapanuli Tengah Persembahkan Emas Taekwondo untuk Indonesia

“Kami ingin pengunjung menghargai proses kreatif sekaligus menyadari keterkaitan dunia maya dan nyata dalam karya seni,” ujarnya.

Pra-Acara dan Puncak Pasar Seni ITB 2025#

Rangkaian pra-Pasar Seni ITB 2025 akan dilanjutkan dengan acara “Lapis Legit” pada 30 Agustus 2025, mengangkat tema Lapisan Realita.

Diskusi ini akan mengundang seniman, akademisi, dan praktisi untuk membahas dampak isu digital, sosial, hingga geopolitik dalam seni.

Pasar Seni ITB 2025 sendiri menjadi puncak dari rangkaian empat tahunan yang sempat vakum 11 tahun.

Baca Juga: Polytron Luncurkan Laptop Luxia di Indonesia, Sengaja Bikin Varian Buat Pelajar, Tantang Dominasi Merek Global

Gelaran ini diharapkan kembali mencetak sejarah dengan ratusan ribu pengunjung dan memperlihatkan kekayaan kreativitas anak bangsa di tingkat Asia Tenggara.

“Dengan Saling Senggol, kami berharap jaringan komunitas seni semakin erat dan kreativitas lintas generasi terus berkembang,”tutup Kayla.

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu

versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141

Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E

Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212