POJOKSATU.id - Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 resmi digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mulai Rabu (19/11/2025). 

Forum nasional ini hadir untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi melalui konsolidasi dan kolaborasi antarlembaga menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam media briefing di Surabaya, Senin, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Khairul Munadi menegaskan bahwa KPPTI adalah ruang besar untuk menyatukan seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi. 

Baca Juga: Siap-Siap! PPPK Harus Pindah ke IKN, Hunian dan Fasilitas Sudah 100 Persen Rampung

Mulai dari PTN, PTS, PTKL, PTLN, industri, pemerintah daerah, media, asosiasi profesi, hingga diaspora Indonesia di luar negeri.

“KPPTI adalah korsa pendidikan tinggi Indonesia. Forum ini mempertemukan seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan arah transformasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya. 

Khairul menekankan bahwa paradigma pendidikan tinggi kini bergeser dari kompetisi menjadi kolaborasi ekosistem, karena nilai tambah terbesar justru muncul ketika kampus saling menguatkan.

Baca Juga: Palu Revisi KUHAP Diketuk, Tapi Publik Bertanya, Siapa Sebenarnya yang Diuntungkan?

Tahun Perdana, 2.000 Peserta Berkumpul di Surabaya

KPPTI 2025 yang memasuki tahun perdananya diikuti sekitar 2.000 peserta dari seluruh daerah. 

Tema Kampus Berdampak: Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045 menjadi sorotan utama, menegaskan pentingnya kontribusi nyata kampus dalam pembelajaran, riset, inovasi sosial, hingga pengembangan daerah.

Baca Juga: BGN Resmi Luncurkan Call Center 127, Program MBG Kini Diawasi Ketat

Unesa bertindak sebagai tuan rumah bersama 18 perguruan tinggi negeri dan swasta di Surabaya. 

Kolaborasi luas ini sekaligus menunjukkan kuatnya soliditas kampus di Jawa Timur dalam mendukung agenda transformasi tingkat nasional.

55 Pembicara dan Peran Strategis Industri

Rektor Unesa, Prof Nurhasan, mengatakan gelaran ini merupakan hasil kerja kolektif yang tidak hanya melibatkan kampus, tetapi juga dunia industri dan media. 

Sebanyak 55 pembicara dari dalam dan luar negeri siap tampil dalam berbagai sesi.

Baca Juga: Heboh! Ibu Korban Dugaan Perundungan Geruduk Rumah Siswi SMP, Aksinya Dinilai Berlebihan dan Picu Kecaman

Dalam sesi tanya jawab, Dirjen Dikti menegaskan kembali peran industri sebagai mitra strategis dalam ekosistem pendidikan tinggi. 

Ia menyebut sejumlah perusahaan besar seperti PT Pindad, PT PAL, dan GTP Group sebagai contoh mitra yang berkontribusi dalam riset, pengembangan teknologi, hingga penyerapan lulusan.

Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; dua wakil menteri; pimpinan Komisi X DPR RI; pimpinan industri; asosiasi profesi; delegasi internasional; dan perwakilan diaspora.

Baca Juga: Update Terbaru! Langkah Praktis Membuat SKP dan RHK 2025 Lewat e-Kinerja BKN

Coaching Clinic dan Dukungan Kebijakan

Sebagai bagian dari agenda, Ditjen Dikti membuka Coaching Clinic Layanan Pendidikan Tinggi. 

Program ini meliputi pendampingan pembukaan program studi, pengembangan SDM dosen, Jabatan Akademik dan Sertifikasi Dosen, Rekognisi Pembelajaran Lampau, penguatan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, hingga perencanaan anggaran kampus.

Menjelang pembukaan, persiapan konferensi telah memasuki tahap akhir dan delegasi dari berbagai wilayah mulai berdatangan ke Surabaya. 

Baca Juga: Kemdiktisaintek Siapkan KPPTI 2025, Kampus Bergerak Bersama Menuju Indonesia Emas 2045, dari Diskusi hingga Expo Inovasi

Antusiasme peserta menunjukkan besarnya harapan terhadap gerakan kolaboratif ini.

KPPTI 2025 di Unesa diharapkan menjadi momentum penting dalam mengubah model pendidikan tinggi yang selama ini terfragmentasi menuju ekosistem yang benar-benar kolaboratif dan berdampak. 

Di tengah tantangan global yang makin kompleks, forum ini menjadi pengingat bahwa masa depan pendidikan tinggi Indonesia akan lebih kuat jika dibangun bersama-sama. ***