POJOKSATU.ID - Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial mengeluhkan bansos yang belum cair meski sudah terdaftar cukup lama.
Salah satu penyebab paling umum adalah proses verifikasi ulang data di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
Lalu, sebenarnya berapa lama proses verifikasi ulang KPM di SIKS-NG biasanya berlangsung?
SIKS-NG merupakan sistem utama pemerintah untuk memutakhirkan dan memvalidasi data penerima bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Verifikasi ulang dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh warga yang benar-benar berhak.
Estimasi Waktu Verifikasi Ulang KPM
Secara umum, proses verifikasi ulang KPM di SIKS-NG tidak berlangsung instan.
Berdasarkan alur administrasi yang berlaku, waktu normal verifikasi ulang biasanya memakan waktu 2 hingga 6 minggu.
Namun, durasi ini dapat berbeda-beda tergantung kondisi di lapangan dan kelengkapan data KPM.
Baca Juga: KKS Peralihan Pos Terhambat? Ini Dokumen yang Diverifikasi di SIKS-NG
Pada kondisi tertentu, proses bisa lebih cepat, yakni sekitar 1–2 minggu, terutama jika data kependudukan lengkap dan tidak memerlukan perbaikan.
Sebaliknya, jika ditemukan masalah data, proses verifikasi bisa memakan waktu hingga lebih dari dua bulan.
Tahapan Verifikasi Ulang di SIKS-NG
Proses verifikasi ulang KPM tidak dilakukan dalam satu tahap.
Ada beberapa tahapan penting yang menentukan lamanya waktu proses.
Pertama, pengusulan dan pembaruan data oleh pendamping sosial atau operator desa.
Data KPM diperbarui berdasarkan kondisi terkini, termasuk status ekonomi, domisili, dan susunan keluarga.
Baca Juga: KKS Baru Peralihan Pos Kapan Cair? Ini Cara Cek Kartu Aktif di SIKS-NG
Kedua, validasi data kependudukan, terutama pencocokan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan database nasional.
Jika NIK bermasalah atau tidak sinkron, proses akan tertahan.
Ketiga, verifikasi kelayakan, yang bisa melibatkan musyawarah desa atau verifikasi lapangan.
Tahap ini memastikan KPM masih memenuhi kriteria penerima bansos.
Baca Juga: Bansos Pusat vs Dana Desa, Mana yang Lebih Besar dan Lebih Tepat Sasaran? Ini Perbandingannya
Keempat, penetapan dalam SK penerima bansos.
Jika KPM lolos verifikasi, data akan masuk dalam Surat Keputusan (SK) penetapan tahap berjalan.
Tanpa masuk SK, bansos tidak bisa dicairkan.
Faktor yang Membuat Proses Lebih Lama
Ada beberapa faktor yang menyebabkan verifikasi ulang KPM di SIKS-NG berlangsung lebih lama.
Di antaranya adalah data ganda, NIK tidak aktif, perubahan status pekerjaan, hingga KPM yang pindah domisili tanpa pembaruan data.
Selain itu, antrean verifikasi yang menumpuk, terutama menjelang pencairan tahap baru, juga memengaruhi lamanya proses.
Keterbatasan sumber daya pendamping sosial di lapangan turut menjadi faktor penentu.
Baca Juga: Viral! Nasi Rendang Relawan Diduga Jadi Biang Keracunan Pengungsi Banjir
Apakah Selama Verifikasi Bansos Bisa Cair?
Selama status KPM masih dalam proses verifikasi ulang dan belum ditetapkan dalam SK aktif, bansos umumnya belum bisa dicairkan.
Saldo baru akan masuk setelah data dinyatakan valid dan aktif di SIKS-NG.
Inilah alasan mengapa sebagian KPM harus menunggu satu hingga dua tahap pencairan sebelum kembali menerima bantuan.
Apa yang Bisa Dilakukan KPM?
KPM disarankan aktif berkoordinasi dengan pendamping sosial, operator desa, atau Dinas Sosial setempat.
Baca Juga: Benarkah Dana Desa Bisa Dihapus? Ini Jawaban Kemenkeu dan Dampaknya ke BLT Desa
Pastikan dokumen penting seperti KTP dan KK sudah sesuai dan terbaru.
Jika ada kesalahan data, segera ajukan perbaikan agar proses verifikasi tidak semakin lama.
Proses verifikasi ulang KPM di SIKS-NG biasanya berlangsung antara 2 hingga 6 minggu, tergantung kelengkapan dan validitas data.
Meski terkesan lama, proses ini penting untuk memastikan bansos tepat sasaran.
Kesabaran dan keaktifan KPM dalam memantau status data menjadi kunci agar bantuan bisa kembali cair.***




