POJOKSATU.id - Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) resmi diluncurkan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler pilihan pada jenjang pendidikan menengah tahun ajaran 2026/2027.
Peluncuran berlangsung di SMKN 26 Jakarta, Jakarta Timur, Rabu, 23 September 2026.
Program ini diarahkan untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kebersamaan, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, dan kesadaran bela negara siswa.
Di dalam program KKRI terdapat peluang pembinaan dan akselerasi bagi siswa yang berminat menjadi calon penerbang TNI Angkatan Udara (AU).
Baca Juga: Sama-sama Bela Negara, Memang Apa Beda Korps Kadet dengan Pramuka dan Paskibraka?
Pada Maret 2026, TNI AU memberikan pengarahan kepada 22 siswa Program Beasiswa dan Akselerasi KKRI Calon Penerbang TNI AU Tahun Anggaran 2026/2027 di SMK 1 Angkasa Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Ke-22 siswa tersebut dipersiapkan melalui pembinaan sejak masih berada di bangku sekolah.
Setelah menyelesaikan program, mereka tetap harus mengikuti tahapan seleksi untuk menjadi prajurit TNI AU.
Pembinaan calon penerbang sejak sekolah
Pada Januari 2026, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan pemerintah membuka peluang bagi kadet yang memiliki cita-cita menjadi penerbang TNI AU melalui program pendidikan yang terarah.
Kepala Staf TNI AU menjelaskan bahwa menjadi penerbang memiliki sejumlah tahapan dan kriteria.
Aspek yang diperhatikan antara lain kondisi fisik, kesehatan, psikologi, kemampuan motorik, disiplin, serta kemauan yang kuat.
Dalam pembinaan 22 siswa tersebut, Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi juga menekankan bahwa kecerdasan saja tidak cukup.
Siswa perlu memiliki disiplin, kerendahan hati, serta kesiapan mengikuti setiap proses pendidikan.
Karena itu, keikutsertaan dalam KKRI maupun program calon penerbang tidak otomatis membuat siswa menjadi penerbang TNI AU.
Peserta tetap harus melewati proses seleksi untuk menjadi prajurit.
Bagaimana dengan syarat IQ 120?
Dalam kegiatan peluncuran KKRI di SMKN 26 Jakarta, salah seorang siswa, Alhamdi Ghani, menyampaikan bahwa terdapat peluang beasiswa menjadi penerbang TNI AU bagi siswa dengan hasil tes IQ di atas 120.
"Kebetulan di program KKRI ini ada program beasiswa untuk menjadi pilot TNI AU.
Jadi untuk anak-anak, siswa-siswi yang memiliki IQ di atas 120 ke atas, mereka akan mendapatkan beasiswa untuk menjadi pilot Angkatan Udara," kata Alhamdi.
Menurut Alhamdi, informasi tersebut diperoleh dari program yang diikuti para siswa.
Sementara itu, Rezwar Trimedia mengatakan tes IQ dilakukan setelah siswa mengikuti upacara HUT ke-80 TNI pada 2025.
Namun, angka IQ 120 tersebut merupakan keterangan dari peserta program. Informasi resmi TNI AU yang tersedia mengenai calon penerbang tidak mencantumkan IQ 120 sebagai satu-satunya syarat umum.
TNI AU menyebut calon penerbang harus memenuhi sejumlah aspek, termasuk kondisi fisik, kesehatan, psikologi, kemampuan motorik, disiplin, dan kemauan mengikuti pendidikan.
KKRI bersifat pilihan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan KKRI merupakan ekstrakurikuler pilihan bagi siswa tingkat SMA dan sederajat.
"Iya ini peluncuran KKRI kan. Yang merupakan ekstrakurikuler, ya, di tingkat SMA dan bersifat pilihan. Jadi ekstrakurikuler yang wajib itu, kan, hanya Pramuka. Jadi untuk KKRI ini sifatnya pilihan, ya," kata Atip.
Baca Juga: Garuda Guerrier Digelar November 2026, Indonesia dan Prancis Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Atip juga menegaskan keikutsertaan siswa dalam KKRI bukan berarti mereka harus menjadi prajurit.
Program tersebut lebih diarahkan pada pembentukan karakter dan kesadaran bela negara.
Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kemhan Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema menyampaikan bahwa bela negara bagi pelajar dapat dimulai dari hal sederhana, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, menghormati guru dan orang tua, menjaga hubungan baik dengan teman, serta menjauhi perundungan.
"Berbicara bela negara pun bukan hanya tentang pengabdian sebagai prajurit. Bagi seorang pelajar, bela negara dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana," tegas Gabriel. ***




