POJOKSATU.id - Empat belas tahun bertahan, mempertahankan kepedulian, idealisme, dedikasi dan kerja keras demi pendidikan yang adil dan merata bukanlah hal yang mudah.
Begitulah kuatnya peran 5 orang perempuan yang merintis komunitas Batujajar Community Care (BCC) sejak 2010 di sebuah wilayah bernama Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat.
Desa Pangauban di Batujajar terletak di antara Waduk Genangan Saguling dan memiliki luas 5,99 km2 dengan jumlah penduduk 16.277 jiwa.
Disanalah, Batujajar Community Care menjadi kekuatan positif di tengah-tengah masyarakat sekitar SMP Negeri 2 Batujajar, Bandung Barat.
BCC dibentuk oleh sekelompok guru yang prihatin terhadap realitas sosial di sekitar sekolah.
Mereka adalah Atik Susanti, Eti Suprapti, Lilis Nuraeni, Aliah, dan Yuniarti atau biasa dipanggil Teh Ibey.
Komunitas yang dibentuk para guru Negeri 2 Batujajar ini tidak hanya menjadi pelopor kesadaran pendidikan, tetapi juga agen perubahan yang proaktif.
Realtitas di lapangan menyuarakan minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, kurangnya informasi yang baik mengenai pengasuhan anak, dan kemampuan ekonomi yang rendah.
Sebagai akibatnya, hampir 30-40% masyarakat sekitar terhambat untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka, melanjutkan tradisi kemiskinan.
Mayoritas dari anak-anak tersebut berasal dari keluarga kurang beruntung, dimana tingkat literasi rendah, asupan gizi yang kurang, kondisi ekonomi keluarga yang sulit, dan semangat belajar yang hampir sirna di setiap anak.
Disanalah, BCC bergerak menangani puluhan siswa yang awalnya tidak mampu untuk melanjutkan ke sekolah menengah atas (SMA), didorong dengan bantuan dan dukungan sehingga mereka dapat terus bersekolah, bahkan kuliah.
Sementara itu, sejumlah puluh siswa lainnya mendapatkan makanan tambahan di lingkungan sekolah. Mengingat kondisi tumbuh kembang anak yang banyak mengalami kekerdilan.
Baca Juga: Songsong Indonesia Emas 2045, Ganjar Milenial Kaltim Peduli Pendidikan Tertinggal dan Terpencil
Menghadapi tantangan ini, Batujajar Community Care mengajak siapa saja yang peduli untuk bersama-sama mengumpulkan dana, baju layak pakai, seragam, perlengkapan sekolah, alat kebersihan pribadi, serta sembako.
Dimulai di Batujajar dan sekitarnya pada tahun 2010, komunitas ini kemudian melebarkan sayapnya hingga Desa Cikande, Kecamatan Saguling pada tahun 2012.
"Kami memiliki program non-reguler yang dimulai pada tahun 2010 dan 2011 mencakup kegiatan seperti pesantren kilat, buka bersama, pemberian bingkisan lebaran, pembagian sembako, serta distribusi baju layak pakai dan perlengkapan sekolah," ungkap Teh Ibey.
Program ini menjadi wujud kepedulian dari para donatur yang ingin berbagi.
Berlanjut pada tahun 2011, program reguler "BCC Sukses" diinisiasi untuk membantu siswa-siswi yang terhambat melanjutkan sekolah karena faktor ekonomi.
Dengan sistem satu anak asuh di-cover oleh tujuh donatur, program ini telah membantu 37 lulusan dari SMK dan SMA hingga tahun 2018.
"Tak hanya itu, pengayaan dilakukan melalui kegiatan di luar kurikulum seperti Out Bond, Motivasi Class, Workshop, Fieldtrip, English Course, Cooking Class, dan Klub Literasi," tutur Ibey.
Selain itu, Teh Ibey dan kawan-kawannya juga menginisiasi program "BCC Sehat" dengan memberikan makanan tambahan kepada puluhan siswa setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan gizi anak.
Baca Juga: Sukses Berkat Kreativitas! Apresiasi untuk Komunitas PPG pada Hari Guru Nasional 2023
"Awalnya ada yang menyumbang celengen ayam. Lumayan dapat ratusan ribu. Lalu kami buat menjadi bubur kacang hijau yang dibagikan kepada 55 orang siswa di sekolah, setiap hari," ceritanya.
Sementara "BCC Senyum" meluncurkan program sembako untuk keluarga miskin, penyandang tuna grahita, dan lansia.
Kendati belum memiliki sekretariat permanen, Batujajar Community Care terus berupaya meningkatkan dampak positifnya di masyarakat.
Mereka bermimpi memiliki pusat kreatif yang dapat meningkatkan produktivitas dan mengembangkan keterampilan hidup para anak asuh.
Dengan kasih dan dedikasi, Batujajar Community Care terus merangkul masa depan, membawa sinar harapan bagi mereka yang membutuhkan.***




