POJOKSATU.id - Keamanan pangan perlu dijaga sejak produk pertanian dipanen hingga sampai ke tangan konsumen.

Karena itu, kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan pangan segar tetap aman dan memenuhi standar.

Upaya tersebut dilakukan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) bersama IPB Training melalui In House Training Penjaminan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan Sertifikasi BNSP di Bogor pada 16–20 September 2026.

Kegiatan ini diikuti 100 peserta dari berbagai unit kerja BRMP di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Kasus ISPA dan Influenza di Jember Melonjak Ratusan Kasus, Dinkes Ungkap Anak Balita Paling Rentan Terpapar

Pelatihan berlangsung secara luring pada 16–18 September, kemudian dilanjutkan dengan uji kompetensi sertifikasi BNSP pada 19–20 September 2026.

Materi yang diberikan mencakup prinsip keamanan pangan segar, regulasi PSAT, pengawasan panen dan pascapanen, identifikasi titik kritis, distribusi, penyimpanan, pengemasan hingga pemajangan produk.

Pelatihan dibuka pada 16 September 2026 oleh Kepala Bagian Umum BRMP, Bekti Subagja, A.Pi., M.Si., yang mewakili Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian.

Ia mendorong seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara optimal dan menjadikan pelatihan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi.

“Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya, bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai bentuk nyata dari transformasi SDM,” ungkapnya.

Baca Juga: Kasus ISPA dan Influenza di Jember Melonjak Ratusan Kasus, Dinkes Ungkap Anak Balita Paling Rentan Terpapar

Direktur IPB Training, Muhammad Sigit Susanto, M.M., LCPC, juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BRMP kepada IPB Training.

Menurutnya, continuous improvement dan continuous learning penting untuk menghadapi perkembangan teknologi, tuntutan mutu, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang aman.

“Di dunia yang terus berubah, kompetensi tidak cukup ditingkatkan satu kali. Kita perlu terus memperbarui pengetahuan, mengasah keterampilan, dan menyesuaikan cara kerja dengan tuntutan zaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut bukan sekadar untuk menambah pengetahuan atau memperoleh sertifikat BNSP.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperbarui cara berpikir, memperkuat keterampilan, dan memastikan kompetensi tetap sesuai dengan tuntutan pekerjaan.

Topik PSAT juga dinilai memiliki keterkaitan erat dengan tugas dan peran BRMP, terutama dalam mendukung penjaminan mutu serta keamanan produk pertanian.

Agar proses pembelajaran lebih efektif, 100 peserta dibagi menjadi empat kelas yang masing-masing berisi 25 orang.

Baca Juga: Bela Negara dan Cinta Tanah Air, Ekskul Korps Kadet Bukan Hanya Baris-Berbaris, Ini Kegiatan dan Program KKRI di Sekolah

Pelatihan menghadirkan narasumber dari IPB Training, yakni Naily Zulfa Agustina, S.Pi.; drh. Asep Rusmana; Dr. Widiati Purnawita, S.T.P., M.P.; dan Rahmadi Dg. Sibattu, S.Pt.

Selain menerima materi, peserta mengikuti simulasi uji kompetensi, review, diskusi, serta evaluasi sebagai persiapan menghadapi sertifikasi BNSP.

Salah satu peserta, Putri Nirwana Sari, S.P., M.Si., Analis Standardisasi, menilai materi yang diberikan relevan dengan tugasnya di bidang standardisasi.

“Materi dari narasumber sangat bermanfaat bagi saya karena saya berperan sebagai analis standardisasi.

Harapan saya, teman-teman yang mengikuti pelatihan ini bisa mempraktikkannya langsung di lapangan dan bermanfaat untuk pertanian di daerah masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga: Oloan Tertimpa Tong Pengolahan Emas Ilegal di Simalagi Hingga Tewas, Ini Kata Camat Hutabargot

Kolaborasi BRMP dan IPB Training tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi.

Kompetensi yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan segar asal tumbuhan.

Dengan semakin kuatnya kapasitas SDM, upaya menjaga keamanan pangan sekaligus meningkatkan mutu dan daya saing produk pertanian Indonesia dapat dilakukan secara lebih optimal. ***