POJOKSATU.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapatkan angin segar dalam upaya mewujudkan transformasi pendidikan.
Dalam Rapat Kerja yang berlangsung belum lama ini, Komisi X DPR RI secara tegas menyatakan persetujuan atas seluruh usulan tambahan pagu indikatif Kemendikdasmen untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2026.
Persetujuan ini meliputi tambahan anggaran sebesar Rp67,67 triliun dan Rp3,43 triliun.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan bahwa kebijakan Kemendikdasmen selaras dengan dokumen perencanaan nasional jangka panjang dan menengah.
Baca Juga: Tambahan Anggaran 2026 Rp67,67 Triliun Diusulkan Kemendikdasmen, Tambahan Tunjangan Guru?
Hal ini menunjukkan komitmen kuat terhadap transformasi pendidikan dasar dan menengah yang lebih merata, inklusif, dan berkualitas.
Menurut Mendikdasmen, Rencana Strategis (Renstra) Kemendikdasmen 2025–2029 dirancang untuk mendukung visi besar Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Abdul Mu’ti merinci beberapa arah kebijakan utama Kemendikdasmen untuk mewujudkan Pendidikan Berkualitas yang Merata, antara lain:
Percepatan wajib belajar 13 tahun: Memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan hingga jenjang menengah atas.
Baca Juga: Awal Masuk Sekolah Guru Non ASN Bersiap Menerima Sertifikasi di Rekening!
Peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran: Fokus pada peningkatan kompetensi guru dan metode pengajaran yang inovatif.
Penguatan pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan berkualitas: Menciptakan sistem yang mendukung pengembangan profesional guru dan staf pendidikan.
Penguatan sistem tata kelola pendidikan: Meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen di seluruh jenjang pendidikan.
Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi serta produktivitas tenaga kerja: Menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan industri untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja.
Pelestarian dan pemajuan kebudayaan serta penguatan karakter bangsa: Upaya ini dilakukan antara lain melalui pengembangan bahasa dan sastra, guna memperkaya identitas nasional.
Mendikdasmen juga menambahkan bahwa Kemendikdasmen turut mendukung agenda "Ketahanan Sosial Budaya dan Ekologi".
Salah satu arah pembangunannya adalah mewujudkan masyarakat yang Beragama Maslahat dan Berkebudayaan Maju, yang secara khusus didukung melalui pengembangan bahasa dan sastra.
Baca Juga: Honorer Mau Jadi PPPK Paruh Waktu, Ada 3 Kemungkinan Jika Berakhir, SIMAK!
Dukungan kuat datang dari legislatif. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, dengan tegas menyatakan persetujuan Komisi X terhadap semua usulan tambahan pagu indikatif Kemendikdasmen.
“Komisi X menyetujui usulan tambahan pagu indikatif RAPBN TA 2026 sebesar Rp67.672.952.482,00 dan Rp3.439.452.797,00,” tegas Lalu Hadrian Irfani.
Persetujuan ini menjadi sinyal positif bagi Kemendikdasmen untuk merealisasikan program-program strategisnya demi mencapai visi besar pendidikan yang berkualitas, merata, dan mampu mencetak generasi emas Indonesia 2045.***
Baca Juga: Awal Masuk Sekolah Guru Non ASN Bersiap Menerima Sertifikasi di Rekening!
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu
versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141
Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E
Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212




