POJOKSATU.id - Setiap tahun pada tanggal 22 Oktober, Indonesia merayakan Hari Santri Nasional.

Momentum tersebut ditetapkan untuk menghormati peran santri dalam mempertahankan nilai-nilai keagamaan, kebijaksanaan, dan pendidikan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan budaya Indonesia.

Hari Santri juga menjadi momen untuk menghargai peran besar santri dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Dalam catatan sejarahnya, santri memiliki kisah yang cukup heroik dalam memperjuangkan cita cita kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Pada Peringatan HSN, Santri Harus Memiliki Peranan Di Semua Lini

Seruan berupa “Resolusi Jihad” yang dilakukan oleh para ulama, membakar semangat seluruh masyrakat Indonesia, terutama para santri untuk terus berjuang malawan kejamnya para penjajah.

Bahkan tak sedikit para ulama yang juga dinobatkan sebagai pahlawan nasional, satu dianataranya, KH Hasyim Asy'ari, KH Wahid Hasyim, KH Zainul Arifin Pohan.

Ada pula KH Zainal Mustofa, H Andi Mappanyukki, H Andi Djemma, KH Wahab Chasbullah, KH As'ad Syamsul Arifin, KH Idham Chalid, KH Sam'un KH Masjkur.

Tentu gelar pahlawan yang diberikan untuk mereka semua, berdasarkan perjuangan dan pengabdiannya untuk kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Tak Ada Cak Imin Panglima Santri, Jokowi Tertawa Bareng Prabowo dan Ketum PBNU di Hari Santri 2023

Melihat Track Record yang ada, maka dalam hal ini santri juga diyakini dapat memberikan gelombang besar untuk menghantarkan Indonesia Emas 2045.

Terlebih, santri diyakini sangat memegang erat nilai nilai religiusitas yang tinggi.

Salah satunya, doktrin tentang pentingnya adab, dan jika nilai nilai tersebut dikombinasikan dengan kemahirannya dalam menguasai teknologi.

Maka, ini akan menjadi Stock Sumber Daya Manusia (SDM), yang unggul dan berkompeten.

Terlebih akhir akhir ini tak sedikit para santri mendapatkan fasilitas teknologi dalam menunjang pengembangan kreatifitasnya.

Seperti, laboratorium bahasa, siaran Tv komunitas, Studi radio, lab komputer, juga sarana dan prasarana yang terbilang mewah.

Baca Juga: Bentuk Kepedulian, Santri Ganjar Hadir Untuk Bantu Korban Kebakaran di Bone

Yang menjadi tugas bersama adalah cara memanfaatkan berbagai macam fasilitas tersebut, untuk mengembangkan kualitas diri para santri.

Pasalnya, berbicara soal Indonesia Emas tidak hanya terfokus pada Pembangunan infrastruktur, akan tetapi perlu dipersiapkan generasi penerus yang berkarakter, Dinamis, Inovatif, memiliki kreatifitas yang tinggi serta adab dan budi pekerti yang luhur.

Pendidikan di pondok pesantren diyakini menjadi tempat paling asik guna menanamkan karakter tersebut.

Melihat beberapa potensi yang ada pada diri seorang santri maka Santri memiliki potensi besar untuk membantu bangsa ini mencapai Indonesia emas yang menjadi cita cita seluruh masyrakat Indonesia.

Mereka adalah pemimpin masa depan yang akan memimpin negara ini dengan nilai-nilai adab, kejujuran, dan integritas.

Nah, teman teman! Untuk itu, yuk jadikan momentum hari santri ini sebagai waktu untuk merefleksikan diri, guna mengembalikan semangat “resolusi jihad” yang pernah diserukan oleh para ulama terdahulu.

Sebab, cita cita Indonesia Emas menjadi tugas bersama untuk diwujudkan.***