POJOKSATU.id — Siapa sangka, mata ikan tuna yang selama ini dibuang begitu saja ternyata menyimpan kandungan gizi luar biasa. 

Bagian yang dianggap limbah oleh industri perikanan ini kaya akan Omega-3, terutama DHA, yang penting untuk perkembangan otak dan menjaga kesehatan tubuh.

Melihat potensi besar itu, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof Wini Trilaksani, menggagas sebuah inovasi bernama “Vita Docosa”. 

Baca Juga: Progres Serdos 2025 Gelombang 2, Cek Syarat, Jadwal, dan Arti Status Eligible untuk Dosen Penulis: Reizka Kemala Nazar

Suplemen ini dibuat dari ekstrak mata ikan tuna dan dirancang untuk membantu pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak.

“Vita Docosa merupakan suplemen kesehatan dari limbah mata ikan tuna dengan kandungan Omega-3, khususnya EPA dan DHA,” ujar Prof Wini dalam tayangan IPB Pedia di kanal YouTube IPB TV.

Inovasi tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya ketergantungan Indonesia pada produk impor. 

Baca Juga: Monash University Indonesia Buka Program S1, Kesempatan Emas Raih Gelar Internasional di Tanah Air

“Pasar suplemen kita masih dibanjiri produk luar negeri, sementara dari dalam negeri nyaris tidak ada. Kalau pun ada, bahan bakunya juga impor,” tambahnya.

Menurut data penelitian, industri hanya memanfaatkan sekitar 40–60 persen bagian ikan tuna. 

Sisanya dibuang, termasuk mata ikan yang ternyata memiliki kadar DHA 32–38 persen — jauh lebih tinggi dibandingkan ikan impor seperti salmon dan kod yang hanya 12–17 persen.

Baca Juga: Sempat Tak Peduli Viral Cibir Pendemo, Ketua Komisi III DPRD Gorut Dheninda Chaerunnisa Kini Mendadak Klarifikasi

“Minyak mata tuna ini tidak perlu lagi dikonsentratkan. Dengan sedikit proses pemurnian, kadar DHA sudah bisa mencapai 40 persen,” jelasnya.

Prof Wini menegaskan bahwa stunting tidak hanya soal tinggi badan anak, tetapi juga berpengaruh pada kemampuan kognitif. Kekurangan DHA, katanya, menjadi salah satu penyebab utama.

 “Yang kita khawatirkan, anak-anak stunting nantinya juga memiliki kemampuan kognitif rendah. Itu berdasarkan hasil penelitian,” ujarnya.

Baca Juga: Wagub Banten Sebut Kegaduhan di Sekolah Tanda Kepsek Gak Benar, Jika Warga Gaduh Jalan Rusak Siapa yang Harus Disalahkan

Suplemen “Vita Docosa” hadir dengan sejumlah keunggulan. 

Selain berbahan baku lokal dan diproduksi secara higienis, harganya juga lebih terjangkau dibandingkan produk impor. 

Kandungannya meliputi Omega-3 (EPA dan DHA), virgin coconut oil, minyak ikan, dan vitamin E.

Baca Juga: Garuda Indonesia Sekolahkan Lulusan SMA ke Universitas Nurtanio, Siapkan Generasi Ahli Perawatan Pesawat

Dengan konsumsi dua kapsul per hari, kebutuhan DHA harian sesuai angka kecukupan gizi (AKG) dapat terpenuhi. 

Tak hanya untuk anak-anak, Vita Docosa juga bermanfaat bagi semua kalangan karena DHA berperan penting dalam menjaga kesehatan retina mata, fungsi jantung, metabolisme tubuh, hingga daya ingat.

Prof Wini berharap, inovasi ini bisa menjadi solusi nyata dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia. 

Baca Juga: Prestasi Membanggakan, Tiga Pelajar Indonesia Tembus Empat Besar Dunia di World Robot Summit Jepang

“Negeri kita memiliki laut luas dengan hasil perikanan melimpah. Sudah seharusnya kita bisa memanfaatkan potensi lokal untuk kesehatan dan kecerdasan generasi bangsa,” tutupnya. ***