POJOKSATU.id - Lagi-lagi ada kabar baik bagi bapak ibu guru yang Surat Keterangan Tunjangan Profesi (SKTP) terbit setelah 11 April 2025.
Pasalnya bapak ibu guru yang SKTP terbit setelah 11 April 2025 saat ini pencairan TPG sudah dilakukan.
TPG (Tunjangan Profesi Guru) bagi guru penerima SKTP setelah tanggal 11 April sudah mulai masuk ke rekening masing-masing.
Oleh karena itu bapak ibu guru diimbau untuk melakukan pengecekan.
Baca Juga: Setia Pada Lilin, Bukan Printing: Dimas Batik Jadi Penjaga Terakhir Batik Tulis Tasikmalaya
Diketahui bahwa Operator GTK pusat sempat menyampaikan bahwa pada awal Mei ini akan dilakukan pencairan TPG Tahap 5.
Dan salah satu kategori penerima pencairan TPG tahap 5 ini ternyata adalah bapak ibu guru penerima SKTP di tanggal 11 April.
Sementara itu pada pencairan TPG tahap 4 lalu dikhususkan bagi bapak ibu guru yang menerima SKTP sebelum tanggal 10 April 2025.
Bagi bapak ibu guru yang hingga kini belum menerima TPG padahal SKTP sudah terbit tidak perlu khawatir.
Baca Juga: Persib Bandung Juara Liga 1 2024/2025, Ukir Sejarah Back-to-Back Seperti Bali United
Pasalnya pencairan TPG tahap 5 ini akan dilakukan sampai tanggal 10 Mei nanti.
Yang perlu diketahui adalah pencairan TPG ini tidak lakukan berdasarkan tanggal terbitnya SKTP.
Melainkan berdasarkan daerah, jika ada satu guru yang sudah menerima TPG di suatau daerah, dipastikan guru lain di daerah tersebut juga akan mendapatkan.
Sementara itu bagi yang SKTP belum terbit juga tidak perlu khawatir.
Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Inter Milan vs Barcelona: Siapa Lolos ke Final?
Bapak ibu guru bisa langsung menghubungi operator tunjangan di dinas Pendidikan untuk menanyakan kendala apa yang dialami.
Perlu diketahui bahwa Pencairan TPG Triwulan I ini dilakukan dalam tiga periode yaitu Maret, April dan Mei.
Dan pada periode Mei ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran TPG sebesar Rp5,7 triliun untuk ditransferkan kepada 605.438 guru.
Jumlah guru penerima TPG periode 3 ini menjadi yang terbanyak dibandingkan dua periode lainnya.
Diketahui pada periode 2 jumlah penerima hanya 329.384 orang sementara periode pertama adalah 587.905 guru.
***



