POJOKSATU.id, MENTERI Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, atas pernyataannya yang dinilai merendahkan profesi guru, Rabu, 3 Agustus 2025.
Pernyataan Menag yang kontrovesi terjadi saat potongan video pidatonya soal profesi guru viral di media sosial. Dimana, dia mengatakan "Kalau mau cari uang jangan jadi guru, jadi pedagang lah" saat hadir dalam pembukaan pendidikan profesi guru (PPG) batch 3 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, pada hari ini juga.
Menag menyampaikan klarifikasi tersebut dengan cepat agar tidak terjadi salah paham. Karena, dirinya memastikan tidak ada niat melukai perasaan guru.
"Saya menyadari potongan pernyataan saya tentang guru menimbulkan tafsir yang kurang tepat, dan melukai perasaan sebagain guru, untuk itu sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya.
Dia menegaskan, tidak ada niat sedikitpun merendahkan profesi guru. Baginya, justru sebaliknya bahwa guru adalah profesi yang sangat mulia, apalagi dirinya juga seorang guru dan keluarga pendidik.
"Karena dengan ketulusan hati mereka itu generasi bangsa ditempa. Saya sendiri seorang guru, bapak saya seorang guru, puluhan tahun hidup saya abdikan diri sebagai guru, mendidik di madrasah, di pondok dan di mahasiswa, saya menulis dan membimbing," jelasnya.
Menag memahami bahwa di balik kemuliaan profesi pendidik, guru tetap manusia yang membutuhkan kesejahteraan yang layak.
Sehingga pernyataan tentang 'kalau mencari uang jangan menjadi guru' bukan berarti Kemenag tidak peduli dengan kesejahteraan para pendidik.
Menag menjelaskan Pemerintah melalui Kementerian Agama terus berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan guru dengan berbagai cara.
Diantaranya, tahun ini ada kenaikan tunjangan profesi bagi 227.147 guru non PNS sebesar Rp500 ribu per bulan.
"Tunjangan yang semula hanya Rp1,5 juta, menjadi Rp2 juta. Hari ini lebih dari 120 ribu guru madrasah dan guru pendidikan agama mulai menjalani PPG dalam jabatan. Kalau dijumlahkan dalam keseluruhan, ada 206.411 guru madsarah dan guru pendidikan agama yang mengikuti PPG ini," ungkapnya.
Jumlah ini meningkat, karena pada tahun 2024 hanya 29.933 orang, yang berarti ada ada kenaikan sekira 700 persen dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga: Lulusan PPG Jadi Giliran Terakhir, Begini Skema Pengangkatan PPPK Paruh Waktu
"Semua ini adalah bentuk perhatian negara untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Karena PPG itu menjadi syarat untuk mendapatkan tunjangan prefesi guru," ungkapnya.
Menag juga menjelaskan Kemenag dalma tiga tahun terakhir telah mengangkat sekira 52.000 guru honorer sebagai PPPK.
"Bagi saya guru bukan pekerjaan tapi panggilan jiwa, dan karena kemuliaannya, negara wajib hadir memperhatikan kesejahteraan.
Menag mengajak semua pihak menjaga martabat guru. Sebab dari tangan merekalah masa depan bangsa lahir dan tumbuh.
Sebelumnya, Menag dalam pembukaan PPG batch 3 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta pada Rabu, 3 September 2025, mengatakan "Guru itu tujuannya mulia, bagaimana memintarkan anak orang itu tujuannya, bukan cari uang. Kalau mau cari uang jangan jadi guru, jadi pedagang lah".
Dia mengatakan menjadi seorang guru itu suci dan tidak gampang. "Sebelum orang lain masuk surga, guru harus lebih dulu masuk. Amal jariyah, semua murid yang pernah kita ajar dan mengamalkan ilmu yang diajarkan itu, maka seribu tahun yang lampau kita wafat, kita dapat profit, materi ajar kita itu," ungkapnya.
"Semua profesi yang paling bagus itu guru atau dosen," sebutnya,
Dia meminta guru tidak rendah diri. Karena guru mulia karena rezekinya halalannya toyyibah.
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
"Makanya jangan ikut-ikutan terhadap para pedagang, memang tujuannya mencari uang, sedangkan guru tujuannya mulia bagaimana memintarkan anak orang, bukan cari uang. Kalau mau cari uang jangan jadi guru, jadi pedagang lah," beber Menag. ***



