POJOKSATU.ID - Program bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2025 mengalami skema baru.
Penyaluran lewat Bank Himbara dengan kartu tabungan resmi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Sistem ini bertujuan mempercepat penyaluran dan mempermudah pencairan dana.
Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua penerima bansos bisa langsung menikmati manfaatnya.
Banyak KPM mengeluhkan bahwa distribusi KKS terlambat atau rekening bermasalah, padahal dana sudah dialokasikan.
Penundaan ini memicu satu risiko serius saldo bantuan bisa menjadi tidak tertarik alias hangus jika penerima tidak segera mencairkan atau menarik bantuan dalam batas waktu tertentu.
Menurut data resmi, sekitar 1,3 juta rekening KPM dilaporkan gagal salur yakni karena rekening tidak aktif, data nama tidak sesuai, atau rekening tidak ditemukan.
Bila KKS terlambat dicetak atau disalurkan, proses aktivasi rekening pun tertunda.
Baca Juga: Rapelan Banjir di Sebagian Wilayah, tapi Banyak KPM Masih Kosong, Ada Apa dengan KKS Peralihan?
Akibatnya dana bansos yang sudah dialokasikan menjadi mengendap tanpa bisa diambil oleh penerima.
Berdasarkan kebijakan terbaru, bantuan yang telah masuk ke kartu KKS namun tidak dicairkan dalam jangka waktu tertentu.
Misalnya 3 bulan 15 hari bisa dikembalikan ke kas negara, dan penerima dapat dicoret dari daftar KPM.
Dengan kata lain meskipun Anda secara administratif sudah masuk sistem penerima, jika KKS belum terdistribusi tepat waktu dan saldo bansos tidak segera diambil hak Anda bisa hangus.
Baca Juga: Mekanisme Baru! KKS Bansos Kini Cair Cepat Tanpa Tunggu Jadwal Nasional, KPM Wajib Cek Saldo!
KPM di wilayah dengan distribusi KKS lambat atau verifikasi data tertunda.
Banyak kasus gagal salur tercatat di sejumlah kabupaten/kota.
Mereka yang kurang aktif mengecek status bansos misalnya asumsi bahwa kartu dan bantuan akan otomatis datang tepat waktu.
Jika tidak aktif memantau, bisa kalah cepat oleh tenggat pencairan.
Penerima yang tidak segera melakukan aktivasi rekening setelah kartu diterima karena kartu belum valid, rekening pasif, atau kesalahan teknis sehingga saldo bansos tidak bisa ditarik.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan di Kalimantan, Hutan Tampak Rimbun dari Jalan, Botak di Baliknya
1. Cek status KKS dan rekening segera setelah menerima kartu pastikan kartu aktif, rekening bukan pasif, dan sesuai data KTP/KK.
2. Pantau saldo secara rutin melalui ATM, mobile banking, atau agen bank Himbara jangan tunggu pemberitahuan resmi. Banyak kasus saldo sudah masuk tapi penerima tidak tahu.
3. Segera cairkan dana bila melihat saldo masuk tidak disarankan menunggu terlalu lama, supaya terhindar dari regulasi pengembalian ke kas negara.
4. Laporkan bila ada kesalahan data atau rekening gagal salur bisa melalui pendamping sosial, dinas sosial setempat, atau layanan resmi bank/Himbara.
Baca Juga: Dana Bansos Muncul Dulu, KKS Fisik Belum Datang, Kenapa Bisa Begitu?
Karena jumlah gagal salur bisa besar (per 2025 tercatat 1,3 juta rekening bermasalah).
Transisi ke sistem perbankan melalui KKS membawa harapan efisiensi dan kecepatan penyaluran bansos.
Tapi realitas menunjukkan bahwa tertundanya distribusi kartu atau aktivasi rekening dapat menyebabkan dana bansos tidak tertarik alias dikembalikan ke kas negara.
Bagi penerima, ini menjadi pengingat penting: memiliki KKS saja tidak cukup Anda harus turut aktif cek status, pantau saldo, dan segera ambil bantuan.
Jangan sampai ketika dana sudah tersedia, Anda justru kehilangan hak lantaran lewat tenggat.***




