POJOKSATU.id — Tim KKN-T IPB tahun 2026 menggelar kegiatan Science Mini Lab di SDN 4 Gumul, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada 31 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran sains yang menyenangkan dan interaktif bagi siswa sekolah dasar.
Melalui berbagai eksperimen sederhana, para siswa diajak mengenal konsep-konsep sains dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Unsoed Buka Suara Kasus OTT KPK, BEM Kawal Proses Hukum, Aliansi Soedirman Melawan Gelar Aksi
Dalam kegiatan tersebut, tim KKN-T IPB menghadirkan tiga eksperimen utama, yakni eksperimen balon udara, jejak tangan misterius, dan eksperimen gunung meletus.
Ketiga kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk praktik langsung sehingga siswa tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga dapat melihat dan merasakan sendiri proses terjadinya suatu fenomena.
Eksperimen pertama berupa balon udara menjadi salah satu kegiatan yang memperkenalkan siswa pada konsep dasar sains melalui percobaan sederhana.
Baca Juga: Lowongan Dosen S1 UMY 2026 Dibuka, Ada 4 Jurusan, Ini Syarat Lengkapnya
Siswa diajak mengamati bagaimana suatu proses dapat menghasilkan perubahan yang membuat balon bergerak atau mengembang.
Penyampaian materi yang dipadukan dengan praktik membuat pembelajaran terasa lebih menarik dibandingkan sekadar penjelasan di dalam kelas.
Selanjutnya, siswa mengikuti eksperimen jejak tangan misterius yang dikemas dengan pendekatan yang memancing rasa penasaran.
Baca Juga: Polda Metro Ungkap Uang Palsu Kualitas A Rp 36 Miliar di Tangsel Mau Didistribusikan ke Bank
Dalam percobaan tersebut, siswa diajak mengamati munculnya jejak tangan dan mencari tahu bagaimana fenomena tersebut dapat terjadi.
Kegiatan ini mendorong siswa untuk bertanya, mengamati, serta mencoba menemukan penjelasan dari fenomena yang mereka lihat secara langsung.
Eksperimen kemudian dilanjutkan dengan percobaan gunung meletus. Melalui eksperimen tersebut, siswa dapat melihat simulasi sederhana proses terjadinya letusan gunung.
Fenomena yang biasanya hanya mereka temui melalui buku pelajaran atau gambar dapat diamati secara langsung dalam bentuk percobaan.
Baca Juga: Masuk Desil 10 DTSEN Bukan Berarti Otomatis Kaya, Ini Penjelasan BPS
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka menyaksikan perubahan yang terjadi selama eksperimen berlangsung.
Pelaksanaan Science Mini Lab tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat anak terhadap dunia sains sejak dini.
Pembelajaran melalui eksperimen diharapkan dapat membangun rasa ingin tahu sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.
Anak-anak pun terlihat senang karena memperoleh pengalaman baru yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memantik rasa penasaran mereka terhadap berbagai fenomena sains di sekitar.
Baca Juga: Ramayana Siap Tayang di Indonesia, Film India Termahal dengan Budget hingga Rp3,9 Triliun
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari guru-guru SDN 4 Gumul. Kehadiran Science Mini Lab dinilai memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda bagi siswa dengan menggabungkan unsur edukasi dan permainan.
Melalui kegiatan ini, tim KKN-T IPB berharap pengalaman eksperimen yang diberikan dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap sains dan mendorong mereka untuk terus bertanya, mengamati, serta mengeksplorasi hal-hal baru di lingkungan sekitar. ***




