POJOKSATU.id - Menjadi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) bukan pekerjaan yang mudah. Guru SLB dituntut untuk memiliki kesabaran yang tinggi, kesehatan fisik dan mental yang baik, dan pengetahuan tentang anak-anak berkebutuhan khusus.
Masyarakat pun masih banyak yang belum mengetahui kiprah dan tantangan mereka di dunia pendidikan.
Ada sebagian guru yang mungkin mengajar di SLB hanya termotivasi untuk sekedar mencari pengalaman, kurang menghayati pekerjaan sebagai guru SLB.
Meski memang, di dalam sekolah SLB ada pula guru-guru luar biasa dengan hati yang sungguh mulia. Mereka berani mengambil amanah besar yang tak semua orang mau melakukannya.
Mereka bekerja setulus hati walaupun tak banyak orang yang memujinya. Mereka mengajarkan kepada anak-anak itu tentang cara menjalani kehidupan yang tak banyak berpihak.
Salah satunya adalah Soma Syafaati. Ibu guru yang satu ini konsisten mengabdikan dirinya mendidik ABK selama 16 tahun di SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik.
Soma adalah seorang Guru Penggerak Angkatan 6 dan pernah memenangkan Juara 2 dalam Lomba Penyusunan Modul Ajar SLB yang diadakan oleh Gubernur Jawa Timur.
Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi luar biasanya. "Selama masih bisa berkarya dan ada kesempatan, saya akan mencobanya," ujar Soma.
Soma menceritakan perjuangannya meraih prestasi tersebut. Dari ribuan peserta di seluruh Jawa Timur, Soma berhasil masuk ke dalam 5 besar dan kemudian maju ke tahap akhir wawancara dan presentasi secara bergilir.
Akhirnya, Soma meraih Juara 2, dan modul ajarnya yang telah ber-HAKI dipamerkan dalam Pamaran Lokakarya 7 PGP Angktan 6di Gedung Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik
Sikapnya yang selalu rendah hati, membuat ia harus berterimakasih kepada banyak pihak yang telah mendukungnya, termasuk Kepala Sekolah Dede Idawati, rekan-rekan sejawat, dan Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik, Myrna Adhitya Panji Anom.
"Di Hari Ulang Yayasan Bhayangkari ke-44 pada bulan Mei kemarin, saya mendapatkan penghargaan guru berprestasi dari Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Pusat," ungkap Soma.
Dapatkan info langsung Pojoksatu.id ke WhatsApp Anda: [Pojoksatu.id Edukasi]
Soma ingin mendapatkan manfaat yang mencakup peningkatan keterampilan, kepercayaan diri, motivasi diri, pengalaman sosial, dan banyak lagi.
Ia percaya bahwa kompetisi adalah cara yang baik untuk mengasah diri dan terus berkembang.
Bagi Soma, pencapaian itu dibangun untuk membuat anak didik mereka mandiri dan tidak bergantung pada orang lain ataupun masyarakat. Meski tantangan terus datang sejak ia berniat memulai tugas mulia itu.***
Share peliputan kegiatan pendidikan, silahkan follow dan message [Edugov]




