POJOKSATU id - Prof Dra Juwaini MAg PhD berhasil jadi Guru Besar Filsafat Islam Klasik, mendatangkan kisah inspiratif bagi banyak orang.

Menjadi seorang guru yang inspiratif, Juwaini harus terlebih dahulu menelan pahitnya hidup sebelum akhirnya sukses.

Apa yang Juwaini dapatkan saat ini bukanlah sebuah hal yang instan, namun ia melalui banyak perjuangan.

Simak kisah inspiratif dari Juwaini, Guru Besar Filsafat Islam Klasik di UIN Ar Raniry Aceh yang dulunya pernah jadi buruh cuci.

Baca Juga: Kisah Farrel Rayhan, Mahasiswa Raih IPK Nyaris Sempurna, Kunci Rahasianya Dibongkar


Perjalanan Hidup Juwaini

Juwaini hidup dalam lingkup keluarga nelayan yang serba keterbatasan dari segi ekonomi.

Meski dengan kondisi itu, perempuan kelahiran Bireuen ini tetap semangat berjalan kaki ke madrasah mencari ilmu.

Sempat terhenti mengenyam pendidikan arena kondisi ekonomi, ia bangkit dengan bersekolah di sore hari diselang kerja pada pagi harinya.

Juwaini akhirnya diterima di SMA Negeri 1 Bireuen, dengan modal biaya dari hasil menjual kue basah dan kue kering.

Baca Juga: Jangan Salah Jawab, Cek Kunci dan Transkrip Bahasa Inggris Work in Progress Kelas X Halaman 33

Dengan usaha itu juga, Juwaini dapat menyelesaikan SMA dan lanjut kuliah ke UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

Tak sampai di situ, saat kuliah Juwaini tetap bekerja sambil belajar.

Ia bahkan sempat menjadi buruh cuci pakaian untuk membiayai kuliahnya.

“Saya pernah mencuci pakaian hingga larut malam, lalu belajar menjelang subuh,” ungkap Juwaini.

Hingga saat ia lulus, ia pun akhirnya mengabdikan diri di kampus sebagai tenaga bakti tanpa gaji tetap.

Bukan hambatan, Juwaini menjadikan peluang tersebut sebagai awal kesuksesan karena setelah itu ia berhasil jadi dosen tetap dan akhirnya Guru Besar.

Kunci sukses Juwaini

Lebih dari apapun, Juwaini mengungkap bahwa doa kedua orang tuanya, dukungan suami dan anak-anak jadi kunci kesuksesannya.

Tak hanya itu, Juwaini juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan moral, khususnya etika.

Bukan hanya cerdas, Juwaini mengatakan bahwa manusia juga harus memiliki akhlak baik dan jiwa kemanusiaan yang tinggi.***