POJOKSATU.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah meluncurkan Gerakan Numerasi Nasional (GNN).

Ssebuah inisiatif yang berfokus pada pengajaran numerasi dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Peluncuran ini juga menampilkan praktik-praktik terbaik dari berbagai pihak, termasuk sekolah, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah daerah.

Yayasan Pembina Matematika dan IPA (YPMIPA) berkontribusi dengan memperkenalkan buku cerita “Rasi dan Nusa”. Buku ini dirancang untuk membuat belajar matematika terasa lebih cair dan bermakna.

Baca Juga: Dari GNN: Kisah Inspiratif Sekolah yang Jadikan Numerasi Bagian dari Kehidupan Sehari-hari

Melalui kisah dua tokoh kakak beradik, anak-anak tidak hanya diajarkan konsep bilangan dan pola, tetapi juga nilai-nilai karakter positif, seperti kepedulian.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa matematika bukan sekadar angka, melainkan juga tentang logika dan keteraturan dalam hidup.

Di sisi lain, Sidina Community menyoroti peran penting ibu di rumah.

Komunitas ini menyediakan wadah seperti webinar dan fasilitator yang terjun langsung ke sekolah, arisan, hingga komunitas untuk menyebarkan praktik numerasi.

Baca Juga: Gerakan Numerasi Nasional, Langkah Strategis Membangun Budaya Berpikir Kritis Lewat Matematika

Mereka juga menggunakan media sosial untuk menjangkau masyarakat lebih luas, memastikan budaya numerasi dapat dijangkau oleh berbagai kalangan.

Beberapa sekolah juga telah menjadi pelopor dalam menerapkan numerasi dengan cara yang inovatif.

SDN 2 Munjul Majalengka, misalnya, menghadirkan Taman Numerasi sebagai ruang bermain sekaligus belajar.

Kepala sekolah, Ida Widaningsih, menjelaskan bahwa mereka mengadopsi permainan tradisional seperti eklek yang diberi angka, sehingga anak-anak bisa belajar mengurutkan bilangan sambil bermain.

Sementara itu, di SDN Meruya Selatan 04 Pagi Jakarta Barat, lingkungan sekolah didesain dengan hiasan angka di tembok dan lantai.

Kepala sekolah Tri Susilawati mengungkapkan bahwa pendekatan ini membuat anak-anak lebih bersemangat dan tidak merasa bosan.

Ia berharap cara ini dapat menghilangkan stigma bahwa matematika adalah pelajaran yang menakutkan.

Inovasi serupa juga dilakukan di SDN Tugu Selatan 03 Jakarta Utara, di mana numerasi diajarkan melalui permainan tradisional.

Baca Juga: Dari GNN: Kisah Inspiratif Sekolah yang Jadikan Numerasi Bagian dari Kehidupan Sehari-hari

Kepala sekolah Nilam Sarmaria menyatakan bahwa ia mengaitkan pembelajaran dengan budaya lokal seperti permainan congklak dan dempla.

Melalui cara ini, anak-anak tidak hanya belajar berhitung dan logika, tetapi juga melestarikan budaya lokal.

Melalui beragam praktik baik ini, GNN berupaya membuat numerasi menjadi bagian dari kegembiraan sehari-hari.

Upaya ini merupakan langkah konkret untuk menumbuhkan generasi yang tidak lagi takut pada matematika dan dapat menggunakan keterampilan numerasi dalam berbagai aspek kehidupan.***

Baca Juga: Gerakan Numerasi Nasional, Langkah Strategis Membangun Budaya Berpikir Kritis Lewat Matematika

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala