POJOKSATU.id, KISAH inspiratif datang dari Ferdiansyah, seorang pekerja disabilitas tunarungu yang telah enam tahun berkarier di PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi).

Ia menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang.

Ferdiansyah bergabung pada tahun 2019, bertepatan dengan dimulainya program Alfability — inisiatif Alfamidi yang memberi ruang kerja inklusif bagi penyandang disabilitas.

Berawal dari posisi dasar, ketekunan dan semangatnya membawa ia naik hingga menjabat sebagai Chief of Warehouse.

Baca Juga: Fitur LAKSA+ Resmi Diluncurkan, Warga Disabilitas Kini Punya Kanal Pengaduan Ramah Akses

Dalam acara media briefing bertajuk “No One Left Behind: Inklusi untuk Semua” yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Jakarta, baru-baru ini, Ferdiansyah berbagi kisah perjalanan kariernya.

Ia menuturkan bagaimana kerja keras, doa, dan kepercayaan diri menjadi kunci utama dalam mencapai impian.

“Untuk teman-teman disabilitas, jangan pernah berhenti berusaha. Selalu berdoa dan yakinlah, kita bisa meraih apa pun yang kita impikan,” ujarnya penuh semangat.

Perjalanan Ferdiansyah dimulai dari rekomendasi lembaga advokasi disabilitas di Bambu Apus, Jakarta Timur.

Baca Juga: Rano Karno: Kreativitas Siswa SMK adalah Kekuatan Masa Depan

Dari sana, ia bergabung dengan Alfamidi dan terus menunjukkan performa luar biasa hingga akhirnya dinobatkan sebagai Best Employee 2025.

Sebagai bentuk apresiasi, ia mendapatkan hadiah perjalanan ke Thailand bersama lebih dari 500 karyawan terbaik lainnya.

“Sebagai bagian dari Alfability, saya merasa diperlakukan setara. Tidak ada perbedaan hak atau perlakuan. Saya bangga bisa berkembang dan berkontribusi di Alfamidi,” ungkapnya.

Komitmen Alfamidi dalam menciptakan lingkungan kerja inklusif mendapat apresiasi dari pemerintah.

Baca Juga: SMK Tiara Nusa Hadirkan Ragam Kegiatan Unggulan untuk Cetak Siswa Siap Kerja dan Berkarakter

Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus Ditjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan, Anggun Sintana, menyampaikan bahwa perusahaan ini telah memenuhi bahkan melampaui kuota 1 persen tenaga kerja disabilitas yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Harapannya, perusahaan seperti Alfamidi terus memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Semakin banyak ruang inklusif yang dibuka, semakin banyak pula potensi luar biasa yang akan muncul,” ujar Anggun.

Hingga Agustus 2025, tercatat sebanyak 318 pekerja disabilitas atau Alfability telah bergabung di Alfamidi dari total lebih dari 30.000 karyawan.

Baca Juga: Fujifilm Indonesia Luncurkan instax mini Evo Warna Gentle Rose, Paduan Elegan dan Personal

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman justru memperkuat kualitas perusahaan dan membawa semangat baru di dunia kerja.

Ferdiansyah kini menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya komunitas disabilitas, bahwa keterbatasan tidak menentukan batas kesuksesan.

Dengan kerja keras dan keyakinan, setiap orang berhak memiliki panggung untuk bersinar. ***