POJOKSATU.id - David Hendrawan, mahasiswa difabel dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) berhasil menginspirasi lewat kisahnya.

Bukan kisah inspiratif biasa, David menarik perhatian publik dengan prestasi dan juga dukungan hebat orangtuanya.

Mendapat predikat cumlaude saat kelulusan, kisah David tak bisa lepas dari ketulusan sang ibu.

Pasalnya, mahasiswa difabel ini bisa lulus dengan nilai nyaris sempurna salah satunya berkat dukungan sang ibu selama 4 tahun.

Baca Juga: Tujuh Nama Mahasiswa, Jadi Wakil UPI di Peluncuran Beasiswa Atlet Berprestasi 2025, Dorong Atlet Muda Berprestasi


Perjalanan David

Selama David kuliah, Ina Rustiana, sang ibu rela menemani putranya itu menunggu di depan pintu kelas.

Melihat sang putra memiliki kemampuan berbeda dari anak lain, orang tua David tak beharap lebih selain sang anak bisa mengenal huruf dan angka.

Namun siapa sangka, semangat belajar David justru malah menjadi kunci sukses dan membawanya menjadi mahasiswa yang menginspirasi banyak orang.

Putra pertama dari Purwoko Alfa Kurniawan dan Ina Rostiana Ari Nugrahani ini berhasil mendapat IPK 3,68 dan raih predikat cumlaude.

Saat itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMSurabaya ini tak menyangka bisa sampai di bangku kuliah.

Namun ia mendapat kesempatan setelah mendapat kabar bahwa UMSurabaya menyediakan beasiswa untuk mahasiswa difabel.

Baca Juga: Wamenag di Kongres PMMBN: Mahasiswa Jangan Mudah Terprovokasi, Jaga Persatuan

Meski sempat ragu, namun setelah rangkaian proses tes, David akhirnya jadi penerima penuh beasiswa di UMSurabaya.

Keraguan David dan keluarga datang karena mahasiswa difabel itu merupakan seorang non-muslim.

Mereka takut David tak bisa mengikuti dengan baik proses belajar di sekolah berbasis Islam tersebut.

Namun setelah dijalani, David merasa nyaman dan tidak ada diskriminasi pada dirinya dari pihak manapun di UMSurabaya.

David mengaku bahwa semua orang di kampusnya memperlakukan dirinya dengan sangat baik.

Baca Juga: Keren, Film Adaptasi Labor KPI UIN Imam Bonjol Padang Jadi Juara I di Festival Sastra Internasional FSME X

“Tidak ada perbedaan. Dosen-dosen juga sangat membantu saya dalam belajar,” ungkap David dikutip Pojoksatu.id dari Website UMSurabaya.


Perjuangan Sang Ibu

Saat David merasa lelah dengan segudang tugas, sang ibu selalu hadir menyemangati putranya itu.

David mengaku bahwa orang paling berjasa dalam pencapaian yang bisa ia raih saat ini.

Bahkan sejak hari pertama kuliah hingga wisuda, David selalu diantarkan dan ditunggu di depan kelasnya selama belajar.

Ibu dan anak itu harus menempuh perjalanan dari rumah ke kampus kurang lebih 90 menit dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi agar aman dan untuk David.

“Awalnya Mama belajar naik motor jauh dulu selama sebulan karena beliau tidak terbiasa. Tapi demi saya, Mama berani,” terang David.

Kesulitan di perjalanan pum kerap mereka hadapi, salah satu kejadian yang dialami motor mogok.

Sang ibu rela mencari pick-up untuk membawa motor pulang, padahal jaraknya masih jauh.

Ketulusan sang ibu ini yang membuat David merasa bahwa sang ibu adalah sosok paling berjasa di hidupnya.


Beasiswa UMSurabaya

Adanya beasiswa difabel di UMSurabaya, membuat dirinya merasa memiliki kesempatan meraih mimpi.

David berharap anak difabel lain seperti dirinya memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti beasiswa difabel.

Selain raih predikat cumlaude, David juga ternyata mendapat beasiswa S2 dari UMSurabaya.

Sementara rencana David selanjutnya adalah mewujudkan niatnya membuka kursus bahasa Inggris online.***