POJOKSATU.ID - Sosok Arianur, seorang qari berbakat yang berasal dari Banjarmasin, menjadi inspirasi nyata mengenai pentingnya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Baginya, dukungan berupa fasilitas keagamaan merupakan hadiah yang sangat berharga karena mempermudah interaksinya dengan kitab suci dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kehadiran mushaf baru tersebut tidak hanya sekadar alat bantu, tetapi juga menjadi sumber motivasi tambahan untuk terus mendalami isi Al-Qur’an meskipun ia memiliki keterbatasan penglihatan.

Baca Juga: Kemensos Perkuat Inklusi Melalui Penyerahan Al-Qur’an Braille

Dukungan aksesibilitas dari pemerintah terbukti membuahkan hasil yang membanggakan melalui torehan prestasi Arianur yang terus meningkat di ajang Pekan Tilawatil Al-Qur’an (PTQ).

Jejak prestasinya dimulai pada tahun 2022 di Aceh (PTQ ke-52) saat ia berhasil meraih Juara 2, kemudian berlanjut pada tahun 2024 di Yogyakarta (PTQ ke-54) dengan meraih Juara 3.

Puncaknya, pada tahun 2026 di tingkat nasional (PTQ ke-55), Arianur sukses menyabet gelar Juara 1 untuk kategori Tartil Sensorik Netra.

Baca Juga: Daftar Daerah yang Sudah Cairkan TPG 100 Persen untuk THR dan Gaji ke-13, Guru di Wilayah Lain Perlu Tahu Skemanya

Keberhasilan luar biasa ini menegaskan bahwa keterbatasan fisik sama sekali bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi di tingkat nasional.

Melalui penyediaan fasilitas yang tepat dan memadai, penyandang disabilitas kini memiliki ruang partisipasi yang setara untuk berkontribusi bagi bangsa.

Hal ini menjadi langkah penting dalam upaya bersama mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.***