POJOKSATU.id - Di kaki Gunung Ijen yang asri, berdiri sebuah sekolah berasrama istimewa di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur.
Sejak mulai beroperasi pada 14 Juli 2025, Sekolah Rakyat Banyuwangi sekarang telah memasuki pekan ketiga dengan 108 siswa dari SD hingga SMA tinggal dan belajar di asrama.
Seperti pagi itu, terlihat Naura Masita, siswi kelas 1 SD, berjalan ceria sambil membawa gantungan baju berisi pakaian yang sudah dicuci kering.
“Mau ke kamar naruh baju bersih yang sudah dicuci. Belajar cuci sendiri sambil diajari kakak dan Bu Guru,” ujarnya penuh semangat.
Baca Juga: 2.289 Calon Guru Lolos Seleksi Tambahan PPPK Sekolah Rakyat 2025, Begini Cara Cek Pengumumannya
Kepala sekolah, Chitra Arti Maharani, menjelaskan bahwa selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung hingga akhir Agustus, sekolah mengutamakan pengenalan kebiasaan hidup mandiri dan tata tertib — belum masuk ke pelajaran akademik.
Anak-anak dididik melalui rutinitas yang dimulai sejak subuh. Mulai salat berjamaah, olahraga, apel pagi, hingga salat Dhuha.
Mereka dilatih untuk mencuci, menyapu, menata kamar, serta mengelola waktu secara mandiri. Semua adalah life skill dasar yang diajarkan dengan penuh keseriusan.
Setelah MPLS selesai, pelajaran formal dimulai dengan jadwal berbeda sesuai jenjang. Berikut rinciannya:
Baca Juga: Dorong Magang Berdampak, FH UPNVJ Bekali Mahasiswa Jadi Agen Transformasi dan Pengabdian Hukum
1. SD kelas 1–3: hingga pukul 12.00
2. SD kelas 4–6: hingga pukul 13.30
3. SMP–SMA: hingga pukul 15.00
Istirahat diisi dengan salat Zhuhur berjamaah dan makan bersama.
Di luar jam akademik, siswa mengikuti kegiatan tambahan seperti bahasa Inggris, teknologi informasi, mengaji, kepanduan, silat, tari, hingga hadrah.
Hari Minggu dijadwalkan untuk istirahat, bersih-bersih asrama, dan kunjungan keluarga.
Sekolah dibekali tenaga pengajar, sembilan wali asuh, dan dua wali asrama yang setia mendampingi aktivitas harian siswa.
Pihak sekolah juga memperhatikan asupan gizi. Tiga kali makan sehari ditambah dua kali snack, diawasi langsung Dinas Kesehatan agar tetap higienis dan bernutrisi.
Hari demi hari, terlihat perubahan positif. Anak-anak menjadi lebih disiplin, mandiri, serta aktif dalam berbagai kegiatan.
Bahkan mereka ikut ambil bagian dalam perayaan tinggi seperti HUT ke-80 RI lewat paskibra, gerak jalan tingkat kecamatan, dan jalan sehat desa.
Sejak 14 Juli 2025 di Desa Tamansari, Sekolah Rakyat Banyuwangi membuka dunia baru bagi 108 siswa dengan pendekatan berasrama yang disiplin dan penuh karakter.
MPLS menjadi fondasi penting untuk menanamkan rutinitas sehat dan kemandirian.
Rutinitas pagi yang disiplin, pelajaran yang terjadwal, hingga kegiatan ekstrakurikuler menciptakan lingkungan tarbiyah yang menyeluruh.
Dengan pendampingan intensif dan perhatian pada gizi, sekolah ini tak sekadar mengajar akademik—tapi juga membentuk generasi yang mandiri, peduli, dan berani berkarya.***
Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya melalui aplikasi kami di bawah ini:



