POJOKSATU.ID – Kemensos membuka peluang besar bagi tendik, termasuk yang telah berusia hingga 50 tahun melalui seleksi PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2025.

Tahun ini, Kemensos menyediakan 3.003 formasi, menjadi salah satu rekrutmen PPPK tendik terbesar di tingkat kementerian.

Program ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan dasar alternatif bagi kelompok rentan melalui Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Fenomena ASN Keluyuran di Jam Kerja Dinilai Merusak Citra PNS dan PPPK, Kok Bisa? Ini Penjelasannya

Yang selama ini aktif mendampingi anak-anak putus sekolah, keluarga prasejahtera, hingga komunitas terpencil.


Dibuka untuk Berbagai Latar Belakang Pendidikan

Formasi PPPK Tendik Sekolah Rakyat lebih fleksibel dibanding rekrutmen guru, karena menerima pelamar dari berbagai latar pendidikan sesuai kebutuhan jabatan.

Baca Juga: Tunjangan Profesi Guru TW 3 dan 4 Jadi Beban Psikologis Guru Menjelang Tahun Baru!

Pendaftaran dilakukan melalui SSCASN BKN, dan pelamar hanya bisa memilih satu jabatan dan satu lokasi penempatan.

Seluruh dokumen wajib diunggah dalam bentuk file asli berwarna, bukan fotokopi atau legalisir.


Seleksi Berlangsung Cepat

Baca Juga: Banjir Rob Kepung Cilincing hingga Tanjung Priok, Rumah dan Sekolah Tak Luput Terendam

Proses seleksi PPPK Kemensos berlangsung lebih cepat dibanding rekrutmen di banyak instansi.

Pendaftaran hanya dibuka pada 3–7 Desember 2025, lalu langsung dilanjutkan dengan:

• Seleksi Administrasi (4–8 Desember 2025)

• Pengumuman Hasil Administrasi (8–9 Desember 2025)

• Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (21–23 Desember 2025)

• Pengumuman Akhir (10–12 Januari 2026)

• Pemberkasan (17–26 Januari 2026)

Baca Juga: Wakapolri Turun ke Lokasi Bencana Alam di Sumbar, Cek Peninjauan Posko DVI untuk Pendataan Korban

Rekrutmen kilat ini menuntut pelamar menyiapkan dokumen sedini mungkin agar tidak gugur administrasi.


Peran Strategis di Sekolah Rakyat

PPPK Tendik yang diterima akan berperan menjaga keberlanjutan program pendidikan berbasis komunitas yang menjadi ciri khas Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Nenek Penjual Makanan di Cikarang Ditipu Uang Rp 50 Ribu Palsu, Warga Geram Tangkap Pelaku

Jabatan ini mencakup pengelolaan administrasi, layanan siswa, dokumentasi, hingga pendampingan kegiatan pendidikan.

Bagi banyak pelamar, terutama usia 40–50 tahun, kesempatan ini menjadi peluang untuk meniti karier baru sebagai ASN.

Dengan pola kerja yang relevan bagi penguatan pendidikan sosial.

Baca Juga: Desa Rata dengan Tanah! Bantuan Tersendat, Gibran Diteriaki Pengungsi Garoga

Pembukaan formasi ini menunjukkan langkah Kemensos mendorong akses pendidikan yang lebih inklusif bagi kelompok rentan.

Dengan kuota ribuan formasi, kementerian menargetkan layanan Sekolah Rakyat dapat lebih merata di berbagai daerah.***