POJOKSATU.id — Banyak orang gagal dalam proses melamar kerja bukan karena kemampuan mereka yang kurang, tetapi karena surat lamaran kerja yang dibuat tidak menarik perhatian HRD.

Padahal, surat lamaran adalah pintu awal yang menentukan apakah pelamar bisa lanjut ke tahap wawancara atau tidak.

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah membuat surat lamaran terlalu umum.

Banyak pelamar hanya mengganti nama perusahaan tanpa menyesuaikan isi surat dengan posisi yang dilamar.

Baca Juga: KA Tawangjaya Premium Tertemper Mobil Dua Tewas

Padahal, surat lamaran yang baik harus menunjukkan bahwa pelamar benar-benar paham bidang perusahaan tersebut.

Kesalahan lainnya adalah menulis surat lamaran yang terlalu panjang.

Banyak pelamar menjadikannya seperti esai yang melelahkan untuk dibaca.

Idealnya, surat lamaran cukup tiga hingga empat paragraf, berisi kalimat pembuka, motivasi, kualifikasi, dan penutup.

Tak sedikit juga yang terjebak dalam kesalahan kecil seperti salah ketik nama perusahaan atau bahkan posisi yang dilamar.

Baca Juga: Pulau Gag di Raja Ampat, Harmoni Antara Tambang Nikel dan Ekowisata Bahari

Hal ini terlihat sepele, tetapi bisa membuat surat lamaran langsung terpinggirkan.

Oleh karena itu, membaca ulang dan memastikan tata bahasa tetap formal sangatlah penting.

Ada pula pelamar yang lupa menyebutkan posisi yang dilamar.

Kalimat seperti “saya ingin melamar di perusahaan ini” terlalu umum.

Lebih tepat jika menuliskan secara spesifik, seperti “Dengan surat ini saya mengajukan lamaran sebagai Marketing Communication Officer di PT ABC”.

Baca Juga: Sosok Glory Lamria, Diaspora Muda Viral Dihujat Imbas Sambut Prabowo Jelang Pidato PBB di New York

Kesalahan berikutnya adalah isi surat yang terlalu fokus pada diri sendiri.

Banyak pelamar hanya menuliskan “saya ingin belajar dan mengembangkan diri”, tanpa mengaitkannya dengan kontribusi untuk perusahaan.

Sebaiknya, tuliskan bagaimana kemampuan yang kamu miliki bisa membantu perusahaan mencapai tujuannya.

Lampiran juga sering jadi masalah. File yang tidak diberi nama jelas atau bahkan lupa melampirkan CV bisa memberi kesan kurang profesional.

Solusinya, susun lampiran dengan rapi dan beri nama file secara formal, seperti “CV_Nama_Posisi.pdf”.

Baca Juga: Pertamina Regional JBB Hijaukan Taman Kehati Kiara Payung dengan 100 Pohon Endemik Jawa Barat

Selain itu, banyak pelamar yang tidak menutup surat dengan kalimat sopan.

Surat lamaran sebaiknya selalu diakhiri dengan ucapan terima kasih dan harapan untuk dipanggil ke tahap wawancara.

Untuk memperkuat kesan profesional, gunakan font standar seperti Times New Roman, Calibri, atau Arial dengan ukuran 11–12.

Hindari penggunaan emoji ataupun bahasa gaul.

Surat lamaran kerja memang sederhana, tetapi kesan pertama yang ditimbulkannya bisa membuka peluang besar menuju karier impian.***

Silakan beri tanggapan di kolom komentar dan bantu sebar informasi ini.

Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami (buat link hidup):
Versi Android
Versi iOS
Channel WhatsApp
Fanpage Edugov
Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Salsabila Azahra