POJOKSATU.ID - Saat ini bekerja tidak sesuai dengan jurusan kuliah sudah menjadi hal yang lumrah. Mengingat, banyak faktor yang dapat memengaruhi kesesuaian antara jurusan kuliah dan pekerjaan.

Pada masa Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), menyebutkan jika 80% mahasiswa di Indonesia bekerja tidak sesuai dengan jurusan kuliah.

Bahkan di negara maju seperti Amerika sendiri pun hanya 27% para lulusan perguruan tinggi yang memiliki pekerjaan sesuai dengan jurusan mereka.

Baca Juga: Wabup Madina Dipanggil Kasus Miliaran Dana Stunting, DEMA STAIN Dukung Kejati Sumut Usut Tuntas

Anggapan bahwa jurusan kuliah akan menentukan arah karier di masa depan masih dipercaya banyak orang.

Meski begitu, dua wanita muda ini membuktikan meski tidak sesuai dengan jurusan kuliah, profesi yang digeluti saat ini sangat mereka sukai dan menjadi ladang untuk meraup rezeki.

Ada Syarah Hamid, yang menekuni dunia kuliner dengan mengembangkan produk Usaha, Kecil, dan Menengah (UMKM) miliknya.

Juga Maya Safitri Siregar yang menggeluti profesi sebagai Make Up Artist atau hits disebut MUA.

Baca Juga: Potong Pendek dan Warnai Pirang Rambutnya, Penampilan Baru Bunga Citra Lestari Panen Pujian

Berikut pengalaman dua wanita muda menekuni pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan semasa kuliah.

Lulusan Komunikasi
Syarah dan Maya merupakan lulusan dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan Program Studi (Prodi) Komunikasi. Keduanya lulus berbarengan di tahun 2016 silam.

Meski dinaungi oleh Prodi Komunikasi ternyata kedua ibu muda ini mengambil fokus jurusan Ilmu Jurnalisme.

Alasan keduanya memilih ilmu tersebut karena tertarik dengan dunia jurnalistik.

Baca Juga: Jaga Jarak Aman: Kunci Mencegah Kecelakaan di Jalan Raya

"Alasan mengambil jurusan itu, karena tertarik dan penasaran dengan dunia jurnalistik," ujar Syarah Hamid, disela-sela membuat orderan cookies untuk tahun baru.

Maya juga mengatakan hal senada, "Dulu itu penasaran, dan tertarik aja," ujarnya.

Bekerja Sesuai Passion

Saat ini, keduanya menggeluti pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan kuliah dulu.

Syarah Hamid bergelut di bidang UMKM, sementara Maya Siregar menggeluti dunia kecantikan sebagai MUA.

Baca Juga: Peringati Hakordia 2024, OJK Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi Demi Indonesia Maju

Syarah mengaku jika dalam perjalanan hidup terkadang tidak sesuai dengan ekspektasi.

"Perasaannya biasa aja, karna banyak hal yang memang enggak sesuai ekspektasi manusia. Walaupun enggak sesuai, yang penting bisa menutupi dan memenuhi segala kebutuhan hidup," ujarnya optimis.

Syarah juga bercerita jika ia pernah bekerja sebagai jurnalis, di salah satu media di Kota Medan.

"Pernah jadi wartawan media online juga reporter TV waktu itu," kata Syarah.

Baca Juga: Imbas Kasus Lady Aurellia Pramesti, Harta Kekayaan Kepala BPJN Kalbar Dedy Mandarsyah Kini Diusut KPK

Meski terkadang rindu, ibu dua anak ini senang dengan aktivitas sekarang yang dapat membersamai tumbuh kembang anak-anaknya.

"Sekarang lebih memilih bisa dekat dengan keluarga tapi tetap bekerja. Karena menjadi karyawan sudah jelas terikat waktu ya, dan jelas-jelas ada aturan-aturan dari perusahaan. Sementara saat ini, membangun usaha sendiri, aturan dan waktunya masih fleksibel. Jadi bisa fokus urus keluarga. Karena dari sejak tamat SMA sampai tamat kuliah juga sudah bekerja di perusahaan, jadi pengalamannya sudah cukuplah," tegas Syarah.

Sementara itu, Maya Siregar juga mengaku bahwa pekerjaan sekarang sesuai dengan passionnya.

Baca Juga: Profil Atika Azmi Utammi, Wakil Bupati Madina Sumut Diduga Korupsi Dana Stunting Ternyata Sering ke Luar Negeri

"Saat ini bekerja tidak sesuai kuliah, tapi saya Sangat bahagia, karena ini sesuai passion," kata ibu satu anak ini.

Berdasarkan pengalamannya, Maya Siregar pernah bergelut di dunia marketing di salah satu ekspedisi di Kota Medan.

"Lebih dari 7 tahun waktu itu bekerja jadi makerting di salah satu ekspedisi di Kota Medan. Agak sedikit nyambung lah waktu itu ya sama ilmu komunikasi," ujar Maya.

Tujuh tahun bukanlah waktu singkat untuk Maya Siregar membangun karir sebagai marketing. Hanya saja ia memutuskan keluar, karena merasa penat serta memiliki anak.

Baca Juga: Tak Bantah Rumor Song Mino dan Park Ju Hyun Berpacaran, Agensi Kedua Artis Kompak Klarifikasi Begini

"Berhenti karena udah penat, dan sudah berumahtangga. Sekarang lebih milih pekerjaan yang sesuai skill dan passion, jadi bisa atur waktu untuk keluarga, tidak ada tekanan dari atasan, dan paling utama bisa lebih lama sama anak," tutur wanita berdarah Batak Lombok itu.

Ada yang Relevan Dengan Pekerjaan

Saat ditanya apakah ada mata pelajaran yang relevan dengan pekerjaan saat ini. Keduanya kompak menjawab "Ada".

Syarah dan Maya mengaku jika mata kuliah komunikasi bisnis dan fotografi memberikan modal bagi mereka dalam menjalankan pekerjaan saat ini.

"Komunikasi bisnis dan fotografi. Dua mata kuliah ini sangat membantu saya dalam menjalankan pekerjaan sekarang. Bagaimana menghadapi custumer, kemudia foto-foto aesthetic untuk publikasi di sosial media, atau promosikan jualan," ujar Syarah.

Baca Juga: Realme C75 Hadir di Bandung: Smartphone Tahan Air dan Banting dengan Harga Mulai Rp2 Jutaan

Hal yang sama dikatakan Maya Siregar. Menurutnya, meski pekerjaannya tidak sesuai dengan jurusan kuliah, ada beberapa mata kuliah yang menjadi modalnya dalam menjalankan bisnis MUA ini.

"Ya bagian ilmu komunikasinya terpakai. Saya jadi enggak diem-diem aja kalau lagi make up klien, bisa buka pembicaraan di awal. Untuk fotografi kami kan belajar dulu kuliah, itu terpakai sekarang di dunia kecantikan ini," kata Maya menambahi.

Pesan ke Mahasiswa Baru
Kedua wanita ini memberikan pesan singkat bagi calon mahasiswa atau mahasiswa baru yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Baca Juga: Bukan Lawan Sembarangan, Nil Maizar Wanti Skuat PSMS Tak Anggap Remeh Dejan FC

"Carilah jurusan yang sesuai minat dan yang kalian senangi, tekuni dan di seriusin. Kalaupun nanti tidak sesuai dengan pekerjaan, ya tidak apa-apa, tetap ada ilmu yang kalian dapat. Yang penting tetap jadi manusia yang berguna." pesan Syarah

"Temukan skill kamu, karena dunia kerja ini yang dibutuhkan skill. Pastikan kamu menikmati dan bahagia dalam menjalaninya, jangan ada rasa tertekan." tutup Maya Siregar dalam sesi wawancara ini. *