POJOKSATU.id - Kabar membanggakan datang dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Salah satu mahasiswanya berhasil menembus program bergengsi tingkat nasional bahkan global di bidang teknologi.

Muhammad Wira Pratama, mahasiswa kelas 4D Jurusan Perbankan dan Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), sukses lolos dalam program Google Student Ambassador (GSA) 2026.

Program ini merupakan inisiatif resmi dari Google yang menunjuk mahasiswa sebagai representatif di lingkungan kampus untuk menjembatani dunia akademik dengan teknologi.

Baca Juga: UGM Konsisten di Ranking Dunia, Bidang Pertanian dan Kehutanan Bertahan di Posisi 151–200 Global

Dari Ketertarikan AI hingga Lolos Seleksi Ketat
Wira mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti program ini berawal dari pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI).

“Melihat perkembangan AI yang begitu cepat, saya ingin menjadi bagian dari perubahan itu. Saya ingin membantu mahasiswa untuk memaksimalkan potensi teknologi agar lebih produktif dan inovatif,” ujarnya.

Informasi terkait program GSA ia dapatkan melalui riset mandiri di portal Google for Education serta komunitas teknologi dan media sosial resmi Google Indonesia.

Baca Juga: VIRAL Siswa Kelas 11 Tak Bisa Hitung Pembagian Dasar, Guru Kaget: Belum Belajar Pembagian?

Tak berhenti di situ, Wira juga aktif memantau berbagai program pengembangan kepemimpinan mahasiswa sebagai langkah untuk meningkatkan kapasitas diri di bidang teknologi.

Seleksi Ketat, Ribuan Pendaftar Tersaring
Proses seleksi Google Student Ambassador dikenal sangat kompetitif. Tahapannya meliputi seleksi administrasi, pembuatan konten video kreatif untuk menunjukkan personal branding serta pemahaman teknologi, hingga wawancara mendalam.

Penilaian difokuskan pada kemampuan kandidat dalam memberikan dampak nyata melalui solusi digital di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Mahasiswa ITB Raih Pendanaan Riset Nasional, Teliti Potensi Timah dan REE di Bangka

Program ini diikuti oleh lebih dari 20.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Namun, hanya sekitar 2.000 mahasiswa terbaik yang berhasil lolos dan menjadi bagian dari tim Google di berbagai wilayah.

Dukungan Kampus Jadi Kunci
Wira menyebut dukungan dari Program Studi D3 Perbankan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilannya.

Kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang di luar kurikulum formal, khususnya dalam integrasi teknologi digital di bidang perbankan.

Baca Juga: Iran Beri Peringatan Keras ke Negara Timur Tengah yang Jadi Pangkalan Militer AS

“Dukungan moral dan apresiasi dari kampus menjadi motivasi tambahan bagi saya untuk terus berkembang dan akhirnya bisa lolos di program ini,” tambahnya.

Tak Hanya Teknologi, Juga Aktif di Ajang Duta Daerah
Menariknya, Wira tidak hanya aktif di bidang akademik dan teknologi. Ia juga berprestasi di ajang duta daerah dengan meraih posisi Runner Up 1 Kang Kota Serang 2025.

Ke depan, ia akan melanjutkan kompetisi ke tingkat Provinsi Banten dalam ajang Kang Nong 2026.

Baca Juga: Prompt Viral, ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’ di Gemini AI, Begini Cara Bikin Template Versi Kamu Sendiri

Pesan Inspiratif untuk Mahasiswa
Sebagai penutup, Wira membagikan pesan bagi mahasiswa lain agar tidak takut mencoba dan terus mengembangkan diri.

Ia menekankan pentingnya membangun personal branding, kemampuan komunikasi, serta kepemimpinan agar dapat memberikan dampak positif di lingkungan sekitar.

“Jangan pernah menyerah saat gagal, karena masih banyak peluang di luar sana yang bisa dieksplorasi. Justru dari kegagalan itulah awal dari keberhasilan,” pesannya.

Baca Juga: Cegah Kontaminasi Bakteri, Dapur SPPG Pangenan Ender Gunakan Teknologi Oven untuk Sterilisasi Wadah

Pengumuman kelolosan program Google Student Ambassador ini sendiri ia terima pada 1 April 2026 melalui email resmi.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah pun mampu bersaing di level nasional hingga global, sekaligus menjadi pengingat bahwa peluang besar selalu terbuka bagi mereka yang berani melangkah. ***