POJOKSATU.ID - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh meminta pemerintah daerah (pemda).

Untuk menyediakan fasilitas beasiswa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya, peningkatan kualitas dan kompetensi ASN menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan pembangunan daerah.

Permintaan tersebut disampaikan Zudan dalam acara penandatanganan komitmen bersama pembangunan dan penerapan manajemen talenta.

Baca Juga: Lokasi Ujian CAT PPPK Kemenham 2026 Masih Ditunggu, Ini Prediksi Jadwal dan Waktu Pengumuman

Yang digelar di Gedung Gradhika, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (8/1/2026).

 

Dorongan Alokasi Anggaran untuk Beasiswa ASN

Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu mulai memikirkan alokasi anggaran khusus untuk pengembangan sumber daya manusia aparatur.

Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah dengan menyediakan beasiswa pendidikan bagi ASN.

Ia menyampaikan, apabila kondisi anggaran daerah memungkinkan, beasiswa ASN dapat menjadi investasi jangka panjang yang berdampak langsung.

Baca Juga: Angin Segar Honorer! PPPK Paruh Waktu Dibuka, Tendik Punya Peluang Jadi Full Time

Pada kualitas pelayanan publik dan efektivitas pembangunan daerah.

 

Peningkatan Kompetensi ASN Jadi Kunci Pembangunan

Menurut Zudan, ASN merupakan motor utama penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas ASN melalui pendidikan formal dinilai sangat strategis.

Dengan kompetensi yang terus berkembang, ASN diharapkan mampu menjawab tantangan birokrasi modern, meningkatkan kualitas kebijakan publik.

Serta memberikan pelayanan yang lebih profesional dan responsif kepada masyarakat.

 

Beasiswa Tak Hanya untuk ASN

Tak hanya untuk ASN, Zudan juga mendorong agar skema beasiswa yang disiapkan pemda dapat diperluas bagi masyarakat kurang mampu.

Baca Juga: Gaji ke-13 2026 Diprediksi Cair, Ini Perkiraan Nominal untuk PNS hingga Pensiunan yang Bikin Full Senyum!

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah secara menyeluruh.

Ia berharap program beasiswa tersebut mencakup jenjang pendidikan S1, S2, hingga S3.

Sehingga membuka kesempatan lebih besar bagi masyarakat dan aparatur untuk meningkatkan kualifikasi akademik.

 

Komitmen Manajemen Talenta ASN

Pernyataan Zudan disampaikan dalam rangkaian kegiatan penandatanganan komitmen bersama pembangunan dan penerapan manajemen talenta ASN.

Baca Juga: Gagal Daftar PPPK KemenHAM 2026, Apakah Peluang CPNS Masih Terbuka? Simak Penjelasannya

Program manajemen talenta ini bertujuan menciptakan sistem pengelolaan ASN yang lebih terarah, berbasis kompetensi, dan berorientasi pada kinerja.

Dalam konteks ini, beasiswa dinilai sebagai salah satu instrumen penting untuk menyiapkan talenta-talenta unggul di lingkungan pemerintahan daerah.

 

Peran Pemda dalam Pengembangan SDM

Zudan menekankan bahwa pemda memiliki peran strategis dalam mengembangkan kualitas ASN di wilayahnya masing-masing.

Dengan dukungan kebijakan dan anggaran yang tepat, pemda dapat menciptakan ekosistem pembelajaran berkelanjutan bagi aparatur.

Ia juga menilai bahwa investasi di bidang pendidikan ASN akan memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya bagi birokrasi, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

 

Harapan Terhadap Implementasi di Daerah

Melalui dorongan ini, Zudan berharap pemda, khususnya di Jawa Tengah, dapat mulai merumuskan kebijakan konkret terkait beasiswa ASN.

Baca Juga: Tak Ada Passing Grade di PPPK KemenHAM 2026, Kelulusan Murni Berdasarkan Nilai Tertinggi

Ia mengajak seluruh kepala daerah untuk melihat peningkatan kualitas ASN sebagai kebutuhan strategis, bukan sekadar program tambahan.

Dengan ASN yang kompeten dan berpendidikan tinggi, daerah diyakini mampu bersaing, berinovasi, dan memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mendorong pemerintah daerah menyediakan beasiswa bagi ASN sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.

Beasiswa ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah, sekaligus dapat diperluas bagi masyarakat kurang mampu.

Baca Juga: Kapan THR Lebaran PPPK Paruh Waktu 2026 Cair? Ini Jadwal dan Aturan Lengkapnya

Peningkatan kompetensi ASN dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan birokrasi yang profesional dan berdaya saing.***