POJOKSATU.id - Setiap kali pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Triwulan 4 berlangsung, selalu muncul pertanyaan dari guru di berbagai daerah: mengapa sebagian guru menerima TPG TW 4 untuk dua bulan, sementara guru lain menerima tiga bulan penuh.

Fenomena ini kembali ramai dibahas pada akhir tahun 2025 setelah banyak laporan pencairan muncul dari berbagai provinsi.

Di grup komunitas guru, perbedaan nominal ini menimbulkan kebingungan karena sebagian merasa ada kesalahan pada proses penyaluran.

Baca Juga: Perlindungan Guru jadi Sorotan Utama pada Peringatan Hari Guru Nasional 2025

Padahal, perbedaan jumlah bulan yang dicairkan bukan kesalahan teknis, tetapi terkait langsung dengan pagu anggaran yang telah ditetapkan sejak awal tahun.

Berikut penjelasan lengkapnya.

Pagu Anggaran Menentukan Berapa Bulan yang Bisa Dibayarkan

Setiap tahun, Kementerian Keuangan menetapkan pagu anggaran TPG untuk seluruh guru ASN berdasarkan alokasi nasional.

Baca Juga: Guru dari Timur jadi Inspirasi, Wamendikdasmen Tekankan Pemerataan Pendidikan di Manokwari

Pagu ini dihitung dari estimasi jumlah guru penerima, besaran tunjangan, dan distribusi bulanan selama satu tahun.

Pada triwulan terakhir, pencairan bergantung pada sisa pagu anggaran di masing-masing daerah.

Jika pagu masih mencukupi, daerah bisa membayar tiga bulan penuh.

Namun jika pagu tersisa kurang dari kebutuhan triwulan penuh, maka yang dibayarkan hanya dua bulan.

Ini sebabnya perbedaan nominal sering terjadi di TW 4.

Selisih Jumlah Guru dan Mutasi Mempengaruhi Sisa Pagu

Jumlah guru ASN aktif dalam satu daerah tidak selalu sama dari awal hingga akhir tahun.

Ada guru yang pensiun, mutasi, atau baru mendapatkan SK sertifikasi pada pertengahan tahun.

Perubahan jumlah penerima ini mempengaruhi pengeluaran TPG per bulan.

Jika jumlah guru bertambah, pengeluaran TPG semakin besar dan menggerus pagu lebih cepat.

Daerah dengan kenaikan jumlah guru sertifikasi biasanya mengalami kekurangan pagu pada TW 4, sehingga hanya bisa membayarkan dua bulan.

Baca Juga: Vonis Belum Kering, Rehabilitasi Sudah Datang, Kasus ASDP Kembali Panaskan Publik

Sebaliknya, daerah yang jumlah gurunya stabil cenderung membayar tiga bulan penuh.

Keterlambatan TW 3 Juga Bisa Mengubah Perhitungan TW 4

Pada beberapa daerah, TW 3 mengalami keterlambatan pencairan hingga mendekati TW 4.

Ketika dua triwulan berdekatan secara waktu, proses penarikan anggaran menjadi lebih padat dan terkadang harus menyesuaikan pagu tersisa.

Baca Juga: Gandeng BMKG dan BIG, KLH Perkuat Akurasi Tata Lingkungan Nasional

Jika TW 3 menghabiskan lebih banyak pagu daripada estimasi awal, TW 4 otomatis hanya memiliki sisa anggaran untuk dua bulan.

Inilah penyebab sebagian guru menerima TPG TW 4 dalam nominal lebih kecil dari biasanya.

Perbedaan ini bukan kesalahan validasi, tetapi murni akibat penyerapan anggaran sebelumnya.

Daerah yang Hemat Pagu Biasanya Bisa Bayar 3 Bulan

Ada daerah yang mampu membayar tiga bulan penuh karena memiliki sisa pagu cukup besar.

Biasanya, daerah-daerah ini memiliki administrasi rapi sejak awal tahun, SKTP terbit lebih cepat, dan tidak ada lonjakan jumlah guru baru.

Pengelolaan anggaran yang konsisten membuat sisa pagu TW 4 tetap stabil dan cukup untuk membayar triwulan penuh.

Ini sebabnya wilayah seperti Jawa Tengah, DIY, dan sebagian Jawa Barat sering menjadi penerima lengkap 3 bulan.

Artinya, selisih pagu sangat ditentukan kinerja administrasi daerah sepanjang tahun.

Tidak Ada Unsur Diskriminasi, Semua Berdasarkan Alokasi Anggaran

Banyak guru mengira perbedaan nominal TW 4 adalah bentuk ketidakadilan.

Baca Juga: Dikira Jadi Korban TPPO, Fakta Berbalik Rizki Mengaku di Depan KDM Menipu dengan Menyamar Jadi Cewek

Padahal, pencairan TPG sepenuhnya mengikuti alokasi pagu dan tidak ada proses pilih kasih.

Daerah yang menerima dua bulan bukan berarti dianggap kurang prioritas, tetapi karena sisa pagu anggarannya lebih sedikit.

Sistem nasional dirancang agar seluruh guru ASN tetap menerima hak sesuai sisa anggaran yang tersedia.

Ketika pagu sudah habis, pemerintah tidak bisa memaksa daerah membayar tiga bulan jika anggaran tidak mencukupi.

Pagu Anggaran Jadi Kunci Utama Perbedaan Nominal

Perbedaan jumlah bulan TPG TW 4 yang diterima guru bukan kesalahan sistem atau keterlambatan proses.

Ini murni konsekuensi mekanisme pagu anggaran tahunan.

Semakin rapi pengelolaan anggaran dan administrasi daerah sepanjang tahun, semakin besar peluang guru menerima tiga bulan penuh.

Guru yang menerima dua bulan diminta memahami bahwa hal ini terjadi karena alokasi pagu tersisa memang terbatas.

Ke depan, diharapkan mekanisme penganggaran lebih stabil agar perbedaan nominal dapat diminimalkan.***