POJOKSATU.id - Bapak/Ibu guru mungkin pernah merasakan hal yang sama, kabar pencairan TPG sudah ada, tapi dana tak kunjung masuk ke rekening.
Nah, pertanyaan besarnya, kenapa ini bisa terjadi?
Apalagi untuk TPG yang masuk dalam THR 2026, kekhawatiran soal keterlambatan ini kembali muncul.
Yuk kita bahas dengan jernih, biar Bapak/Ibu tidak hanya menunggu tanpa tahu akar masalahnya.
Masalah Utama Ada di Kas Daerah, Bukan di Pusat
Hal yang perlu dipahami sejak awal, dana TPG memang berasal dari pemerintah pusat.
Tapi proses pencairannya tidak langsung ke rekening guru.
Alurnya seperti ini:
Kementerian Keuangan mentransfer dana, masuk ke kas daerah, diproses administrasi, baru dicairkan ke guru
Baca Juga: Aksi Damai GMNI di Karawang, Mahasiswa Beri Mawar ke Dandim
Nah, di titik kas daerah inilah sering terjadi hambatan.
Mulai dari proses administrasi yang lambat, verifikasi data yang berulang, hingga keterbatasan SDM di daerah.
Jadi meskipun pusat sudah “jalan”, daerah belum tentu langsung mengeksekusi.
Data Nyata 2025, Banyak Daerah Terlambat
Kalau melihat pengalaman tahun 2025, kondisi ini bukan sekadar kemungkinan, tapi sudah terjadi.
Beberapa daerah tercatat mengalami keterlambatan pencairan TPG, bahkan hingga melewati waktu yang seharusnya.
Ada daerah yang sebenarnya masuk daftar penerima, tapi realisasi di lapangan belum berjalan.
Bahkan ada juga yang tidak cair karena faktor kebijakan daerah, seperti sudah menerima tunjangan lain.
Baca Juga: Inovasi Wood Pellet dari Sekam Padi, Dosen UMM Dorong Limbah Jadi Energi Bernilai Jual Tinggi
Ini yang bikin banyak guru merasa tidak ada kepastian, padahal haknya sudah dianggarkan.
Titik Rawan yang Sering Menghambat Pencairan
Supaya lebih jelas, ini beberapa titik krusial yang sering jadi penyebab:
1. Proses SP2D lambat
Penerbitan dokumen pencairan sering memakan waktu lama.
2. Koordinasi antar instansi kurang optimal
Dinas pendidikan dan keuangan daerah tidak selalu sinkron.
3. Validasi data berulang
Kesalahan kecil bisa membuat proses tertunda.
4. Prioritas anggaran daerah
Tidak semua daerah memiliki kecepatan eksekusi yang sama.
Solusi yang Bisa Dilakukan Guru, Jangan Hanya Menunggu
Bapak/Ibu, meskipun sistemnya belum sempurna, bukan berarti kita hanya bisa pasif.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Aktif komunikasi dengan dinas pendidikan
Tanyakan langsung progres pencairan di daerah masing-masing.
2. Pastikan data pribadi tidak bermasalah
Mulai dari sertifikasi, rekening, hingga status kepegawaian harus valid.
3. Ikut memantau informasi resmi
Hindari hanya mengandalkan kabar dari grup tanpa sumber jelas.
4. Bangun solidaritas sesama guru
Informasi kolektif bisa membantu mengawal pencairan lebih cepat.
Harapan Guru, Sistem Langsung Tanpa Perantara
Banyak guru berharap ke depan sistem pencairan bisa langsung dari pusat ke rekening guru, tanpa melalui kas daerah.
Dengan begitu, potensi keterlambatan bisa ditekan, dan hak guru bisa diterima tepat waktu.
Pemerintah sendiri disebut mulai mengkaji kemungkinan ini, meskipun belum diterapkan sepenuhnya.
Jadi, kalau nanti TPG THR 2026 belum cair sesuai harapan, Bapak/Ibu tidak perlu langsung panik.
Bisa jadi masalahnya bukan di pusat, tapi di proses daerah.
Yang penting, tetap aktif memantau dan mengawal.
Karena pada akhirnya, hak guru bukan hanya untuk ditunggu, tapi juga diperjuangkan dengan cara yang tepat.***




