POJOKSATU.id - Banyak guru mempertanyakan mengapa TPG THR 100 persen justru cair lebih lambat dibanding TPG Triwulan 4 atau TW4.

Padahal, keduanya sama-sama tunjangan yang dijanjikan pemerintah pada tahun anggaran yang sama.

Perbedaan waktu pencairan ini memunculkan anggapan bahwa TPG THR “ditahan”.

Baca Juga: CPNS 2026 Rawan Gugur di Administrasi, Pelamar Wajib Berbenah Dokumen sebelum Daftar

Sementara TW4 justru lebih dulu masuk tahap proses.

Faktanya, kedua jenis TPG tersebut memiliki skema pembayaran, sumber anggaran, dan alur administrasi yang berbeda.

Memahami perbedaan ini penting agar guru tidak salah menilai keterlambatan sebagai bentuk penundaan sepihak.

TPG TW4 Menggunakan Skema Rutin yang Sudah Berjalan

TPG TW4 merupakan bagian dari skema tunjangan profesi reguler yang telah berjalan sepanjang tahun.

Baca Juga: Validasi Info GTK Diprediksi Mulai Februari 2026, Pemerintah Siapkan Aturan Baru! TPG Dirancang Cair Secara Bulanan

Data penerima, pagu anggaran, hingga mekanisme penyalurannya sudah tersedia sejak awal tahun anggaran.

Ketika memasuki akhir tahun, pemerintah daerah justru didorong mempercepat pencairan TW4.

Tujuannya agar anggaran tidak menjadi sisa lebih atau SiLPA.

Karena itu, meskipun masih ada masalah di TW3, TW4 tetap bisa diproses selama data periode tersebut dinyatakan valid.

Inilah sebabnya TPG TW4 di banyak daerah terlihat lebih cepat bergerak.

TPG THR 100% Menggunakan Skema Tambahan yang Berbeda

Berbeda dengan TW4, TPG THR 100 persen bukan bagian dari skema rutin.

Tunjangan ini bersifat tambahan dan afirmatif.

Khusus diberikan kepada guru ASN daerah yang tidak menerima TPP dari APBD.

Baca Juga: Honorer Non-Database Tak Punya Status Khusus di 2026, Tetap Boleh Ikut CPNS tapi Harus Bersaing di Formasi Umum

Anggarannya tidak langsung tersedia sejak awal tahun.

Dana disiapkan melalui Tambahan Dana Alokasi Umum atau DAU Tahun 2025.

Karena sifatnya tambahan, pemerintah harus melalui tahapan baru yang tidak dilewati TW4.

Mulai dari pengumpulan data daerah.

Baca Juga: Ini Jabatan CPNS 2026 yang Paling Besar dan Paling Gampang Tembus Oleh Fresh Graduate!

Verifikasi oleh Kemendagri.

Penyesuaian pagu oleh Kementerian Keuangan.

Baru kemudian dana ditransfer ke kas daerah.

Proses inilah yang membuat TPG THR 100 persen secara alami lebih lambat dibanding TW4.

Peran Pemerintah Daerah Lebih Besar pada TPG THR

Pada TPG TW4, pemerintah daerah tinggal menyalurkan berdasarkan data yang sudah berjalan.

Namun pada TPG THR 100 persen, daerah harus aktif mengirim data khusus.

Data tersebut mencakup guru yang tidak menerima TPP.

Besaran TPG satu bulan.

Serta status kepegawaiannya.

Jika daerah terlambat atau data belum lengkap, pusat tidak bisa menyalurkan tambahan DAU.

Baca Juga: Baru Ditetapkan Tersangka, Wakil Wali Kota Bandung Mendadak Dirawat, Netizen: Kok Pas Banget Waktunya?

Akibatnya, meskipun dana sudah disiapkan pusat, pencairan ke guru tetap tertunda.

TPG THR Tidak Punya Jadwal Cair Seragam

TPG TW4 umumnya memiliki pola pencairan yang relatif bisa diprediksi.

Karena mengikuti kalender triwulan.

Baca Juga: TPG Bulanan 2026 Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Mulai Siapkan Mekanisme Baru! Validasi Awal Tahun Jadi Penentu Utama

Sebaliknya, TPG THR 100 persen tidak memiliki tanggal cair seragam secara nasional.

Pemerintah pusat tidak menetapkan tanggal pasti.

Karena pencairan sangat bergantung pada kesiapan daerah dan kelengkapan data.

Inilah alasan pemerintah selalu menekankan bahwa informasi tanggal cair TPG THR bersifat estimasi.

Bukan kepastian.

Dana Ada, Tapi Proses Tetap Berjalan

Keterlambatan TPG THR 100 persen bukan berarti dananya tidak ada.

Pemerintah telah menegaskan bahwa pendanaan disiapkan melalui tambahan DAU.

Namun ketersediaan anggaran berbeda dengan kesiapan administrasi.

Selama data daerah belum final dan SKTP belum diproses, pencairan tidak bisa dilakukan.

Meskipun dana sudah dialokasikan.

Baca Juga: Rencana TPG Bulanan Tahun 2026 Diungkap Pemerintah, Admin Info GTK Beri Peringatan! Perubahan Data Guru Kini Semakin Dibatasi, Cek Profil Anda

Pemahaman ini penting agar guru tidak terjebak asumsi bahwa TPG THR sengaja ditahan.

Apa yang Harus Guru Pantau Agar Tidak Salah Persepsi

Dalam situasi ini, guru sebaiknya memantau hal-hal yang realistis dan relevan.

Pertama, memastikan status kepegawaiannya benar di data daerah.

Kedua, memastikan apakah daerahnya termasuk wilayah yang guru-gurunya tidak menerima TPP APBD.

Baca Juga: Terkuak! Kerugian Kerusuhan Matel Kalibata Tembus Rp 273 Juta dalam 1 Malam

Ketiga, aktif berkoordinasi dengan dinas pendidikan.

Terutama untuk menanyakan apakah data penerima TPG THR sudah dikirim ke pusat.

Guru tidak perlu menunggu informasi dari pusat secara pasif.

Namun juga tidak perlu mengirim data pribadi ke kementerian mana pun.

Perbedaan Skema Menjelaskan Perbedaan Waktu Cair

Perbedaan waktu pencairan antara TPG TW4 dan TPG THR 100 persen bukanlah anomali.

Melainkan konsekuensi dari perbedaan skema pembayaran dan sumber anggaran.

TW4 bergerak cepat karena merupakan tunjangan rutin.

Sementara TPG THR membutuhkan proses tambahan lintas kementerian dan daerah.

Dengan memahami mekanisme ini, guru diharapkan lebih tenang.

Tidak terjebak kabar simpang siur.

Dan fokus memastikan data mereka benar agar haknya tidak tertunda lebih lama.***