POJOKSATU.id - Hingga memasuki penghujung Juni 2025, publik masih menanti kepastian hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2 khusus formasi guru.

Berbeda dengan formasi tenaga teknis dan kesehatan yang pengumumannya mulai bergulir, kelulusan untuk guru justru diperkirakan menjadi yang paling akhir diumumkan.

Fenomena ini menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan peserta, terutama ribuan guru honorer yang berharap bisa segera mengantongi kepastian status mereka.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Taufik Priyono, mengonfirmasi keterlambatan ini memang terjadi dan berkaitan dengan faktor teknis yang cukup kompleks.

Baca Juga: LANGSUNG Dijelaskan Nunuk Suryani Penyebab Pencairan TPG Mundur dan Jadi Lebih Lama! Termasuk Triwulan 2 Ini?

“Proses seleksi untuk formasi guru berbeda dibanding tenaga kesehatan maupun teknis. Ada koordinasi tambahan yang wajib dilakukan antara panitia seleksi nasional (Panselnas) dan Kementerian Pendidikan,” ujar Taufik, Kamis (26/6/2025).

Menurutnya, keterkaitan antara seleksi PPPK formasi guru dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menjadi salah satu alasan utama pengumuman hasil seleksi ini tidak secepat formasi lainnya.

Dapodik sendiri merupakan sistem pendataan resmi yang memuat profil tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Pensiun Tahun 2025? Ini Besaran Gaji dan Tunjangan PNS Golongan I-IV yang Akan Diterima

Hal ini pula yang membuat beberapa daerah kemungkinan baru akan merilis pengumuman untuk formasi guru di hari-hari terakhir dari jadwal yang telah ditetapkan.

Bahkan, tak menutup kemungkinan jika pengumuman tersebut sedikit melampaui tenggat waktu 30 Juni 2025.

Meski demikian, Taufik memastikan bahwa untuk formasi tenaga kesehatan dan tenaga teknis, Pemkot Mataram akan tetap mengumumkan hasil seleksi sesuai jadwal.

Baca Juga: Gemerlap Nocturnity Riding HPCI: Honda PCX Bersatu Warnai Malam di Bandung

“Pengumuman untuk formasi kesehatan dan teknis tetap kami rilis per 30 Juni. Hanya formasi guru yang kemungkinan mundur, sesuai arahan Panselnas,” terangnya.

Diketahui, dalam PPPK tahap 2 di Kota Mataram tahun ini, terdapat total 30 formasi yang dibuka, terdiri atas 19 formasi guru, 10 formasi tenaga kesehatan, dan satu formasi tenaga teknis.

Dari total 1.872 pelamar, persaingan cukup ketat, terutama untuk posisi guru.

Namun, Taufik juga mengungkapkan, untuk formasi tenaga kesehatan, ada potensi beberapa posisi tidak terisi.

Baca Juga: 4.940 Calon Mahasiswa Lulus Seleksi Masuk Unpad 'SMUP' 2025, Diminta Segera Registrasi pada Link Berikut

Beberapa penyebabnya antara lain tidak adanya pelamar, pelamar berasal dari luar instansi yang tidak memenuhi syarat, serta pelamar yang belum memenuhi masa kerja minimal dua tahun.

Terkait nasib formasi yang kemungkinan besar kosong tersebut, Taufik mengaku pihaknya masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, para peserta, khususnya guru honorer, diminta untuk tetap bersabar dan tidak mudah terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya.

Proses seleksi PPPK formasi guru memang membutuhkan waktu lebih panjang, namun dipastikan tetap berjalan sesuai prosedur.

***