POJOKSATU.id - Uji Kompetensi PPG (UKPPPG) kembali menjadi sorotan setelah banyak peserta dari berbagai daerah melaporkan kegagalan pada tahap penilaian.
Meski sudah belajar berbulan-bulan, banyak peserta terkejut karena nilai yang keluar jauh di bawah ekspektasi.
Keluhan ini muncul hampir setiap gelombang, menandakan ada pola yang perlu dipahami.
UKPPPG bukan sekadar tes akademik, melainkan evaluasi menyeluruh terhadap kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Baca Juga: TPG TW 4 Picu Polemik Besar, Guru Ramai Tanyakan Sisa Bulannya
Berikut bocoran faktual mengenai bagaimana asesor menilai dan kenapa banyak peserta akhirnya gagal.
Banyak Peserta Gagal Karena Tidak Memahami Rubrik Penilaian Asesor
Salah satu faktor terbesar kegagalan adalah ketidaktahuan peserta mengenai rubrik penilaian yang digunakan asesor.
UKPPPG memiliki instrumen penilaian yang sangat detail, mulai dari perencanaan pembelajaran, implementasi, hingga evaluasi.
Baca Juga: IMIP Private Airport Ramai Dibahas, Siapa Sebenarnya Mengawasi Aktivitas Pesawat?
Peserta sering kali hanya fokus pada materi belajar, tetapi tidak memahami standar yang harus dicapai dalam performa mengajar.
Akibatnya, mereka tidak menunjukkan indikator kompetensi yang ingin dilihat asesor.
Padahal, setiap poin dalam rubrik memiliki bobot besar dalam menentukan kelulusan.
Video Praktik Mengajar Banyak yang Tidak Sesuai Standar
Tahap pembuatan video praktik mengajar adalah salah satu penyebab paling umum peserta gagal.
Banyak peserta hanya membuat video seadanya tanpa mengikuti struktur pembelajaran lengkap seperti pembukaan, inti, dan penutup.
Selain itu, kualitas audio, kamera yang tidak fokus, serta kelas yang tidak aktif membuat nilai langsung turun.
Asesor menilai bukan hanya penampilan verbal, tetapi interaksi nyata dengan siswa, penggunaan media, dan kontrol kelas.
Kesalahan kecil seperti durasi video terlalu pendek atau terlalu panjang juga dapat menggagalkan peserta.
UKIN (Uji Kinerja) Jadi Momok karena Peserta Tidak Percaya Diri
Banyak peserta gugur di tahap UKIN karena masalah kepercayaan diri.
Baca Juga: IMIP Private Airport Ramai Dibahas, Siapa Sebenarnya Mengawasi Aktivitas Pesawat?
UKIN menuntut peserta mempraktikkan pembelajaran secara langsung atau simulatif dengan performa yang konsisten.
Beberapa peserta terlihat canggung, ragu, atau terlalu terpaku pada teks, sehingga kesan profesionalitas menurun.
Asesor bisa mendeteksi dengan mudah guru yang tidak menguasai materi atau strategi mengajar.
Baca Juga: TPG TW 4 Sudah Cair, Tapi Kenapa Tidak Lengkap? Ini Penjelasannya
Gestur, intonasi, hingga respon terhadap siswa menjadi bagian dari penilaian yang sering terabaikan peserta.
Kesalahan Saat Menyusun RPP Masih Jadi Penyebab Kegagalan
RPP bukan sekadar dokumen administratif, tetapi dasar penilaian apakah peserta memahami perencanaan pembelajaran.
Baca Juga: Nominal TPG TW 4 Beda-Beda? Ini Alasan Utamanya, Bukan Salah Daerah
Banyak peserta gagal karena RPP yang dibuat tidak mencerminkan alur pembelajaran yang benar, tidak sinkron dengan video, atau tidak sesuai kurikulum yang berlaku.
Beberapa peserta juga tidak mencantumkan asesmen formatif maupun sumatif yang jelas.
Ketidaksesuaian antara RPP dan praktik mengajar membuat nilai anjlok karena asesor melihat adanya inkonsistensi dan kurangnya pemahaman mendalam.
Tidak Siap pada Tes Substantif, PCK, dan SJT
Selain UKIN dan video mengajar, peserta juga diuji pengetahuan profesional dan pedagogik melalui PCK (Pedagogical Content Knowledge) dan SJT (Situational Judgment Test).
Banyak peserta gagal karena tidak memahami pola soal, terutama pada SJT yang menguji kemampuan mengambil keputusan.
Baca Juga: Tim STEI ITB Pasang Panel Penerangan Jalur Hutan Rotan di Sijunjung, Bantu Aktivitas Petani
Tes substantif menilai penguasaan materi ajar, sementara PCK menguji cara mengajarkannya kepada siswa.
Peserta yang hanya belajar materi tanpa memahami konteks kelas biasanya mendapat skor rendah.
Tes ini memiliki bobot besar sehingga sangat menentukan kelulusan.
Memahami Pola Penilaian Adalah Kunci Lolos UKPPPG
UKPPPG bukan sekadar tes akademik, melainkan evaluasi komprehensif yang menilai guru sebagai profesional pendidikan.
Banyak peserta gagal bukan karena tidak pintar, tetapi karena tidak memahami mekanisme penilaian asesor.
Dengan memahami rubrik penilaian, menyusun RPP yang kuat, menyiapkan video pembelajaran berkualitas, serta menguasai PCK dan SJT, peluang kelulusan akan jauh lebih besar.
Semoga bocoran penilaian ini menjadi bahan evaluasi bagi calon peserta agar lebih siap menghadapi UKPPPG berikutnya.***




