POJOKSATU.ID — Banyak warga bingung mengapa sebagian orang mendapatkan bantuan sosial (bansos) sementara yang lain tidak.

Jawabannya terletak pada kategori desil 1 hingga 10, yaitu sistem klasifikasi kesejahteraan yang digunakan pemerintah untuk menentukan siapa yang layak menerima bantuan.

Sistem desil ini dipakai di hampir semua program Kemensos seperti PKH, BPNT, BLT Kesra, bansos beras, maupun subsidi lainnya.

Pemerintah ingin memastikan bansos hanya menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan, bukan warga yang sudah berada pada tingkat ekonomi menengah ke atas.

Baca Juga: BLT Kesra Tahap 2 Cair untuk 12 Juta KPM, Ini Cara Cek Status dan Mekanisme Penyaluran

Agar tidak salah paham, berikut penjelasan lengkap mengenai macam-macam desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Desil adalah pembagian kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi.

Indonesia menggunakan 10 desil, dimulai dari kelompok paling miskin (desil 1) hingga paling sejahtera (desil 10).

Semakin rendah desil seseorang, semakin besar peluangnya menerima berbagai program bantuan dari pemerintah.

Baca Juga: Viral Video Perempuan Berkerudung tanpa Busana Ludahi Al Quran, Polisi Lakukan Penelusuran Intensif untuk Identifikasi Pelaku

Pembagian Lengkap Desil 1–10

1. Desil 1 –> Kelompok Sangat Miskin

Ini adalah kategori ekonomi paling bawah.

Ciri-ciri umum:

Pendapatan jauh di bawah garis kemiskinan.

Rumah tidak layak huni, sanitasi buruk.

Sering tidak memiliki pekerjaan tetap.

Baca Juga: Perluasan PPG 2025: Pemerintah Akhiri Pembatasan, Semua Guru Agama Dapat Kesempatan Sama

Hampir selalu menjadi prioritas utama PKH, BPNT, BLT, dan bantuan pangan.

2. Desil 2 –> Miskin Ekstrem

Masih termasuk golongan miskin, tetapi sedikit lebih tinggi daripada desil 1.

Pendapatan sedikit di atas garis kemiskinan.

Masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar harian.

Sangat diutamakan untuk seluruh jenis bansos reguler.

Baca Juga: Aksi Cepat Serba Bisa, Damkar Selamatkan Paspor Warga yang Jatuh ke Gorong-Gorong di Jaktim

3. Desil 3 –> Rentan Miskin

Berada tepat di atas kategori miskin.

Mampu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi sangat rentan jatuh miskin kembali.

Masih termasuk penerima PKH dan BPNT di banyak daerah.

Baca Juga: Aktivasi KKS Baru Dilakukan Massal oleh Bank, KPM BPNT PKH Tahap 2–4 Diminta Tidak Panik Jika Bantuan Belum Cair

4. Desil 4 –> Rumah Tangga Miskin Non-Ekstrem

Sering disebut kategori hampir miskin.

Pendapatan sedikit stabil, tetapi belum sejahtera.

Masih berpeluang besar menerima sebagian bansos (BPNT, BLT Kesra).

Baca Juga: Masih Ada KPM Belum Cair Meski Sudah Masuk Tahap November, Ternyata Status SIKS-NG Belum SI

5. Desil 5 –> Menengah Bawah

Mulai masuk kelas menengah bawah.

Stabil tetapi belum kuat menghadapi krisis.

Biasanya tidak lagi menerima PKH tetapi masih mungkin menerima bantuan insidental.

6. Desil 6 –> Menengah Stabil

Kategori yang mulai memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.

Sudah tidak termasuk sasaran bansos reguler.

Bisa menerima bantuan berbasis subsidi (misal listrik 900 VA).

Baca Juga: Kabar Baik Bagi Guru ASN yang TPG Triwulan 4 Hanya Cair 2 Bulan Saja!

7. Desil 7 –> Menengah Naik

Kondisi ekonomi cukup baik.

Punya tabungan, pekerjaan tetap, kebutuhan dasar terpenuhi.

Hampir tidak pernah masuk prioritas bansos.

Baca Juga: Waspada! Komdigi Ingatkan Modus Baru Link Palsu PKH Beredar Lewat Telegram, Banyak Warga Hampir Tertipu

8. Desil 8 –> Menengah Atas

Mendekati kelas atas.

Pendapatan tinggi, fasilitas baik.

Tidak memenuhi syarat bansos apapun.

Baca Juga: Filosofi Logo Hari Guru Nasional 2025, Melambangkan Dedikasi Guru Tak Pernah Pudar

9. Desil 9 –> Sejahtera

Kelompok kaya.

Aset besar, kendaraan lebih dari satu, rumah layak.

Tidak masuk kategori bantuan.

10. Desil 10 –> Sangat Sejahtera / Kelas Atas

Kelompok ekonomi terkuat.

Pendapatan dan aset besar.

Tentu tidak masuk DTKS maupun sasaran perlinsos.

Mengapa Desil Penting untuk Bansos?

1. Bansos Ditujukan untuk Desil 1–4

Kemensos menetapkan PKH, BPNT, BLT Kesra, dan KKS terutama untuk warga pada desil 1–4, yang dinilai paling membutuhkan.

Baca Juga: Desa Bisa Alihkan Penerima Bansos yang Tak Ambil dalam 5 Hari, Langkah Efisiensi Bansos atau Risiko Salah Sasaran?

2. Mencegah Salah Sasaran

Tanpa sistem desil, bansos rawan dinikmati warga yang mampu. Sistem ini mengurangi risiko itu.

3. Menentukan Prioritas Penyaluran

Saat anggaran terbatas, pemerintah akan memprioritaskan desil 1 dan 2 terlebih dahulu.

Masyarakat bisa mengetahui kategori desil dengan:

Mengecek status di CekBansos Kemensos.

Bertanya ke operator desa atau kecamatan.

Menunggu update SIKS-NG yang biasanya ditampilkan saat pendataan ulang.

Walau tidak ditampilkan secara eksplisit, status penerimaan bansos biasanya berkorelasi kuat dengan desil rumah tangga.

Baca Juga: Darurat Ibu Hamil, Rumah Sakit Menolak, Fenomena Berulang yang Sulit Diakhiri

Desil 1–10 merupakan sistem penting dalam menentukan penerima bansos.

Semakin rendah desil seseorang, semakin prioritas untuk menerima program sosial.

Memahami kategori ini membantu masyarakat memahami mengapa sebagian rumah tangga layak menerima bantuan, sementara yang lain tidak.

Sistem desil meski tidak sempurna menjadi fondasi utama dalam pemerataan bantuan sosial di Indonesia.***