POJOKSATU.id — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah mempersiapkan program magang untuk 20 ribu lulusan baru jenjang D3 dan S1.

Kesempatan ini ditujukan bagi fresh graduate yang masih menganggur maksimal satu tahun setelah lulus dengan ketentuan peserta akan menerima gaji setara upah minimum provinsi (UMP) selama enam bulan masa magang.

Program magang ini merupakan bagian dari kebijakan ekonomi '8+4+5'.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Agung Nur Rohmad, mengungkapkan bahwa tahap pertama pendaftaran dilakukan melalui platform SIAPkerja.

Baca Juga: Google Gemini Gratiskan Paket Pro untuk Mahasiswa, Nikmati Fitur Premium

Sistem ini dirancang untuk mempertemukan peserta magang dengan perusahaan yang membuka lowongan.

"Semua yang mau ikut, masuk dulu akun SIAPkerja," ujar Agung.

Namun, pendaftaran baru akan dibuka setelah aturan teknis dalam bentuk peraturan menteri ketenagakerjaan (Permenaker) diterbitkan.

Menurut Agung, regulasi tersebut ditargetkan rampung pada pekan ini sehingga pendaftaran bisa dimulai pada awal Oktober 2025.

Lebih lanjut, perusahaan yang ingin berpartisipasi juga diwajibkan membuat perencanaan kebutuhan tenaga kerja, baik dari segi posisi maupun jumlah yang dibutuhkan.

Baca Juga: Bandung Rayakan Hari Jadi ke-215, Farhan: Semangat Juang Warga Tak Pernah Padam

Proses seleksi nantinya tidak berhenti di tahap administrasi, melainkan dilanjutkan dengan wawancara langsung antara perusahaan dan peserta.

"Nanti kan prosesnya wawancara. Jadi sebelum saya menyetujui, perusahaan harus merencanakan dulu. Misalnya, di bidang engineering butuh 2 orang, di manajemen 2 orang, lalu dilakukan wawancara," jelasnya.***

Silakan beri tanggapan di kolom komentar dan bantu sebar informasi ini.

Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami (buat link hidup):
Versi Android
Versi iOS
Channel WhatsApp
Fanpage Edugov
Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Salsabila Azahra