POJOKSATU.ID - Pemerintah sedang melakukan terobosan besar dengan membangun dapur mandiri di setiap gedung permanen Sekolah Rakyat.
Langkah ini diambil untuk menggantikan sistem katering yang selama ini digunakan sebagai penyedia makanan bagi para murid.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa transisi ini harus dilakukan dengan perencanaan yang sangat matang dan hati-hati.
Saat ini pihak terkait sedang sibuk menyiapkan regulasi serta skema transisi agar perubahan sistem tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Fokus utama dalam waktu dekat adalah mengidentifikasi sekolah mana saja yang telah menerima peralatan masak lengkap.
Selain infrastruktur fisik, proses rekrutmen juru masak profesional juga menjadi agenda krusial dalam program ini.
Kemensos berkomitmen agar saat tahun ajaran baru dimulai, seluruh sekolah sudah bisa mengoperasikan dapur mereka sendiri.
Pemetaan dilakukan secara mendalam agar distribusi alat masak tepat sasaran dan tidak ada yang mubazir.
Semua persiapan ini dievaluasi secara berkala dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan para ahli.
Transisi dari sistem pihak ketiga menuju pengelolaan mandiri dianggap sebagai langkah kemandirian yang sangat penting.
Keberadaan dapur mandiri ini diharapkan mampu menyederhanakan rantai distribusi makanan kepada para siswa.
Dengan mengelola dapur secara internal, kontrol terhadap operasional harian sekolah akan menjadi jauh lebih efektif.
Pemerintah optimis bahwa Sekolah Rakyat akan menjadi percontohan dalam pengelolaan fasilitas pendamping pendidikan yang mandiri.***




