POJOKSATU.ID - Kemensos melalui Sentra Wyata Guna Bandung, menunjukkan langkah nyata dalam mendukung kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas.

Dalam gelaran Pekan Tilawatil Al-Qur’an (PTQ) ke-55 Tahun 2026 yang diinisiasi oleh LPP RRI, pemerintah menyerahkan sebanyak 30 mushaf Al-Qur’an Braille kepada para peserta kategori sensorik netra.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kemensos dalam memenuhi hak-hak keagamaan yang inklusif.

Melalui layanan asistensi rehabilitasi sosial yang adaptif, dukungan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian spiritual bagi masyarakat berkebutuhan khusus di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Realisasi Tunjangan Guru 2025 Tembus Puluhan Triliun, Apakah 2026 Akan Lebih Cepat? Ini Evaluasi Pemerintah yang Perlu Guru Tahu

Penyelenggaraan PTQ tahun ini mengusung visi besar untuk mencetak generasi muda yang akrab dengan nilai-nilai religius di tengah gempuran era digital.

Dengan semangat menyongsong Indonesia Emas 2045, ajang ini menjadi wadah pembinaan karakter dan moral.

Pihak LPP RRI menekankan bahwa di tengah kemajuan teknologi, Al-Qur’an harus tetap menjadi landasan utama.

Integrasi antara kecerdasan intelektual, kemahiran digital, dan kekuatan spiritual dianggap sebagai kunci utama dalam membentuk generasi masa depan yang berakhlak mulia.

Baca Juga: Daftar Daerah yang Sudah Cairkan TPG 100 Persen untuk THR dan Gaji ke-13, Guru di Wilayah Lain Perlu Tahu Skemanya

Pemberian mushaf Braille ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu selama perlombaan berlangsung.

Lebih dari itu, bantuan tersebut diproyeksikan sebagai instrumen pembelajaran jangka panjang yang dapat digunakan di lingkungan keluarga maupun komunitas para peserta.

Dampak positif ini dirasakan langsung oleh para peserta, salah satunya Arianur, qari berbakat asal Banjarmasin.

Baginya, bantuan ini merupakan hadiah berharga yang mempermudah interaksinya dengan kitab suci dalam aktivitas sehari-hari.

Kehadiran mushaf baru tersebut menjadi motivasi tambahan untuk terus mendalami isi Al-Qur’an meski memiliki keterbatasan penglihatan.***