POJOKSATU.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan pertemuan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Sigi dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, pada Rabu (11/3/2026).
Audiensi ini menjadi langkah krusial untuk mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat permanen di kedua wilayah tersebut.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh jajaran eselon satu Kemensos serta pimpinan daerah masing-masing kabupaten, terungkap bahwa proyek ini memiliki perkembangan yang berbeda di tiap titik.
Kabupaten Sigi saat ini tengah memproses transisi dari sekolah rintisan menuju bangunan permanen dengan koordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum.
Baca Juga: Packing Itikaf Masjid untuk Raih Lailatul Qadar dengan Persiapan Maksimal
Sementara itu, Kabupaten Lombok Tengah menyatakan kesiapannya untuk langsung memasuki tahap pembangunan fisik meskipun sebelumnya belum memiliki unit rintisan.
Kementerian Sosial menekankan bahwa Sekolah Rakyat memiliki filosofi yang berbeda dari institusi pendidikan konvensional.
Program ini tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar anak didik, tetapi dirancang sebagai instrumen pengentasan kemiskinan yang menyasar satu keluarga secara utuh.
Intervensi yang diberikan bersifat menyeluruh, mencakup pemberian bantuan sosial yang lengkap, perbaikan hunian agar layak tinggal, hingga pemberdayaan ekonomi orang tua melalui koperasi.
Baca Juga: Checklist Zakat Fitrah: Sudahkah Anda Membayar untuk Seluruh Anggota Keluarga?
Dengan model ini, target utama bukan sekadar kelulusan siswa, melainkan kemandirian keluarga penerima manfaat sehingga mereka dapat keluar dari garis kemiskinan secara permanen.
Pihak Kementerian Sosial mengonfirmasi bahwa secara administratif, Lombok Tengah telah berada pada tahap yang siap dieksekusi.
Namun, pemerintah daerah diminta untuk segera menyelesaikan detail teknis terkait lahan, amdal, serta ketersediaan infrastruktur dasar seperti listrik dan air.
Selain kesiapan fisik, Gus Ipul mendorong daerah untuk mulai menyiapkan kebutuhan operasional sejak dini.
Hal ini meliputi rekrutmen tenaga pendidik dan kepala sekolah, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti asrama, perpustakaan, dan area sanitasi.
Pengawasan ketat dari kepala daerah dianggap sebagai kunci keberhasilan program ini agar setiap tahunnya terdapat keluarga yang benar-benar mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.
Melalui sinergi ini, diharapkan pembangunan Sekolah Rakyat di Sigi dan Lombok Tengah dapat menjadi percontohan pusat rehabilitasi sosial yang terukur dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.***




