POJOKSATU.id — Kementerian Sosial (Kemensos) mulai melakukan uji coba pelaksanaan Sekolah Rakyat di dua lokasi percontohan, yaitu Sentra Handayani Jakarta dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, sejak Rabu (9/7/2025).

Simulasi ini dilakukan untuk menyambut Tahun Ajaran Baru yang akan dimulai pada Senin, 14 Juli 2025.

Simulasi berlangsung selama dua hari, pada 9–10 Juli, dengan agenda lengkap mulai dari registrasi siswa, pembagian kamar asrama, cek kesehatan, hingga uji coba pembelajaran menggunakan Learning Management System (LMS).

Para siswa juga diperkenalkan dengan tata tertib dan mengikuti pemetaan minat bakat melalui tes Talent DNA berbasis kecerdasan buatan (AI).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyebutkan bahwa Talent DNA merupakan sistem berbasis AI yang dirancang untuk membantu memetakan kemampuan dan potensi siswa secara lebih cepat dan akurat.

“Dengan perangkat ini, kita bisa lebih cepat mengetahui minat dan bakat siswa. Dengan begitu nanti guru akan lebih mudah untuk mengarahkan siswa-siswa di Sekolah Rakyat,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kemensos.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2025 Masih Dibuka, Catat Jadwal dan Syarat Lengkapnya

Sekolah Rakyat Beroperasi di 100 Lokasi

Program Sekolah Rakyat akan diluncurkan secara resmi pada bulan Juli ini dan akan menjangkau 100 titik lokasi rintisan di seluruh Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Sosial RI Nomor: 126/HUK/2025.

Pada tahap awal ini, 63 titik akan memulai matrikulasi pada 14 Juli, sementara 37 titik lainnya menyusul pada akhir Juli.

Untuk mendukung kegiatan belajar, para siswa mendapatkan tas sekolah yang berisi seragam, sepatu, perlengkapan ibadah, alat tulis, dan peralatan kebersihan diri.

Sekolah Rakyat akan memanfaatkan sementara gedung-gedung milik pemerintah pusat dan daerah yang telah direnovasi.

Ke depan, Kemensos berencana membangun sekolah permanen di atas lahan minimal 8 hektare, dengan kapasitas 1.000 siswa per sekolah.

Kapasitas Awal 9.755 Siswa

Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 menampung 395 rombongan belajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Lokasi penyelenggaraan tersebar di 29 provinsi, dengan sebaran terbanyak di:

Baca Juga: Hasil SIMAK UI 2025 Diumumkan, Ini Rincian Biaya Kuliah UKT dan IPI Seluruh Jurusan

  • Pulau Jawa (48 lokasi)

  • Sumatra (22 lokasi)

  • Sulawesi (15 lokasi)

  • Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Maluku (masing-masing 4 lokasi)

  • Papua (3 lokasi)

Total peserta didik yang ditampung dalam tahap pertama ini mencapai 9.755 siswa.

Contoh Lokasi Sekolah Rakyat

Beberapa lokasi strategis yang dijadikan tempat penyelenggaraan Sekolah Rakyat antara lain:

  • Sentra Darussa'adah Aceh

  • Sentra Insyaf dan Bahagia Medan, Sumatera Utara

  • Universitas Negeri Padang dan BBPPKS Padang, Sumatera Barat

  • Sentra Handayani Jakarta dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi

  • Sentra Margo Laras Pati, Jawa Tengah

  • Sentra Efata Kupang, Nusa Tenggara Timur

  • Sentra Mahatmiya Bali

  • Gedung P4T Kabupaten Empat Lawang, Sumsel

Baca Juga: Cek, Daftar 40 Kampus Ditetapkan sebagai Penerima Bantuan Pengembangan MKWK Berbasis Proyek 2025

  • Gedung BLKI Tangerang Selatan, Banten

  • Sentra Tumou Tou Manado, Sulawesi Utara

  • Gedung BPKSDM Kab. Biak Numfor, Papua

Selain itu, Kemensos juga memanfaatkan gedung kampus, panti sosial, SKB, hingga rusunawa dan wisma atlet yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Transformasi Pendidikan untuk Semua

Program ini menjadi bagian dari upaya Kemensos dalam menyediakan pendidikan berkualitas dan inklusif bagi anak-anak kurang mampu atau rentan secara sosial.

Pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi model pendidikan alternatif yang mendukung pembentukan karakter, potensi, dan masa depan siswa secara menyeluruh.

Baca Juga: Komisi X DPR Setujui Penambahan Anggaran Rp 71,16 Triliun untuk Kemendikdasmen 2026

Dengan konsep boarding school, penguatan karakter dan pendidikan akademik berjalan seimbang melalui pendekatan personal, teknologi, dan pendampingan intensif.

Bagikan info ini dan kirim komentar untuk artikel ini. Ikuti informasi lainnya melalui apps kami:

• Versi Android
• Versi iOS
• Channel WhatsApp
• Fanpage Edugov
• Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Rizq Azzahra