POJOKSATU.ID - Kemensos dan Kemendiktisaintek telah memperkuat komitmen kerja sama mereka melalui penandatanganan Adendum Kesepahaman.

Kesepakatan ini bertujuan mensinergikan tugas dan fungsi kedua kementerian, khususnya dalam hal pendidikan dan kesejahteraan sosial.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengungkapkan kebahagiaannya atas terwujudnya nota kesepahaman ini.

Hal ini merupakan langkah konkret untuk memfasilitasi lulusan Sekolah Rakyat agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Baca Juga: Penanganan Daerah Terisolasi: Kementerian Sosial Intensifkan Bantuan Pasca Bencana Sumatera

Gagasan Sekolah Rakyat adalah inisiatif Presiden Prabowo yang diperuntukkan bagi keluarga dari desil 1 dan desil 2 data terpadu kesejahteraan sosial.

Sekolah Rakyat kini telah beroperasi di 166 lokasi dari Sabang hingga Merauke, melayani lebih dari 15 ribu siswa di tingkat SD, SMP, dan SMA.

Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tingkat SMA saat ini memiliki lebih dari 6.000 siswa yang dijadwalkan lulus pada tahun 2028.

Baca Juga: Data BNPB Konfirmasi 753 Korban Tewas dan Ratusan Hilang, Jutaan Warga Terdampak di 50 Kota/Kabupaten

Lulusan ini diarahkan pada dua jalur utama, sesuai dengan arahan Presiden:

Melanjutkan ke Perguruan Tinggi: Membutuhkan kerja sama dengan Kemendiktisaintek.

Memasuki Dunia Kerja: Melibatkan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak swasta untuk mengarahkan siswa menjadi pekerja terampil di dalam maupun luar negeri.

Untuk memetakan potensi para siswa yang ingin melanjutkan kuliah, Kemensos telah memulai tahap awal dengan mengadakan tes DNA Talent, menggunakan teknologi Ary Ginanjar.

Hasil tes ini memberikan rekomendasi profesi dan bidang studi, seperti kesehatan atau teknik, yang nantinya akan menjadi panduan dalam proses pembelajaran selanjutnya.

Dari simulasi yang dilakukan, diperkirakan sekitar 4.000 dari 6.000 siswa ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.

Gus Ipul menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah memastikan lulusan SMA tidak menganggur, tetapi mendapatkan tempat yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, baik di perguruan tinggi maupun di dunia kerja.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyambut baik kolaborasi ini.

Ia menyatakan bahwa merupakan suatu kehormatan bagi kementeriannya untuk mendukung program unggulan Presiden yang bertujuan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dari masyarakat kurang mampu.

Kemendiktisaintek memiliki aset besar, yaitu lebih dari 4.000 kampus, hampir 10 juta mahasiswa, dan 300.000 dosen, yang siap berpartisipasi aktif.

Baca Juga: Penanganan Daerah Terisolasi: Kementerian Sosial Intensifkan Bantuan Pasca Bencana Sumatera

Bentuk dukungan yang disiapkan Kemendiktisaintek meliputi:

Pembinaan Siswa: Kampus akan memetakan dan memasangkan dosen serta mahasiswa untuk membina satu hingga dua Sekolah Rakyat.

Mereka akan memberikan motivasi, kelompok belajar, dan informasi memadai mengenai program studi akademik maupun vokasi di perguruan tinggi.

Pengembangan Guru: Dosen juga akan membina guru-guru Sekolah Rakyat terkait penambahan wawasan dan tren teknologi terbaru.

Baca Juga: Data BNPB Konfirmasi 753 Korban Tewas dan Ratusan Hilang, Jutaan Warga Terdampak di 50 Kota/Kabupaten

Keterlibatan Mahasiswa: Brian Yuliarto berharap Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di kampus dapat menjadikan Sekolah Rakyat sebagai program binaan, selain program pengabdian masyarakat.

Melalui pendampingan dari perguruan tinggi terdekat ini, diharapkan Sekolah Rakyat akan sejajar, bahkan unggul, dibandingkan sekolah baik lainnya.

Tujuannya adalah agar siswa Sekolah Rakyat memiliki kesiapan dan pemahaman yang lebih baik tentang dunia perkuliahan, sehingga cita-cita karir mereka dapat tercapai secara optimal.***

 

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel WhatsApp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala