POJOKSATU.ID - Kementerian Pariwisata memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan infrastruktur Sekolah Rakyat melalui penyediaan lahan milik negara.
Dalam kesepakatan terbaru, pihak kementerian mengalokasikan total lahan seluas tujuh hektare di kawasan Politeknik Pariwisata NHI Bandung.
Area seluas lima hektare secara khusus diperuntukkan bagi pembangunan kawasan fisik utama Sekolah Rakyat.
Sementara itu, sisa lahan seluas dua hektare dicanangkan untuk pembangunan berbagai fasilitas olahraga pendukung.
Baca Juga: Melalui Penandatanganan MoU, Kemensos dan Kemenpar Bersinergi Kembangkan Sekolah Rakyat
Lapangan dan sarana olahraga tersebut nantinya dirancang untuk dapat digunakan secara bersama oleh siswa Sekolah Rakyat dan mahasiswa.
Penyerahan alokasi lahan ini menjadi bentuk kontribusi nyata sektor pariwisata dalam mendukung penanganan masalah sosial.
Ketersediaan lahan yang luas dan strategis dipastikan akan mempermudah perancangan tata ruang sekolah yang ideal.
Dukungan aset ini sangat krusial mengingat kebutuhan ruang belajar dan pemukiman berasrama yang membutuhkan area memadai.
Baca Juga: Kerja Sama Strategis Kemensos dan Kemenpar: Bangun Sekolah Rakyat Permanen dan Buka Akses Beasiswa
Pemanfaatan lahan milik politeknik ini juga mencerminkan efisiensi penggunaan aset pemerintah untuk kepentingan publik yang lebih luas.
Lingkungan kampus pariwisata yang asri diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi para siswa.
Pihak kementerian memastikan proses legalitas dan administrasi pengalihan fungsi lahan dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Kehadiran fasilitas olahraga bersama juga diharapkan dapat mempererat interaksi sosial di lingkungan kampus tersebut.
Langkah penyediaan lahan ini disambut baik oleh berbagai pihak sebagai fondasi utama pembangunan sekolah.
Diharapkan proses pemanfaatan lahan ini dapat segera memasuki tahap konstruksi tanpa hambatan teknis yang berarti.***




