POJOKSATU.id, JAKARTA-- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) membeberkan kuota CPNS 2024 sebanyak 5 persen merupakan jatah putra-putri Kalimantan Timur (Kaltim).
Menurut Analis Kebijakan Utama Kemenpan RB, Arizal, tahun 2024 ini kuota CPNS yang akan diterima sebanyak 40.000 orang.
Seleksinya kemungkinan besar digelar dalam waktu dekat ini, dan ada kebijakan afirmasi untuk putra-putri Kaltim yang mana mereka nantinya akan ditempatkan di IKN.
"Dari kuota itu, sekitar 5 persen untuk jatah putra-putri Kalimantan Timur yang akan ditempatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN)," kata Arizal di acara ASN Festival ‘Gerakan Bangun Nusantara’ di Antara Heritage Center (AHC) Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8).
Baca Juga: Menag Gus Yaqut : Rekomendasi Pendirian Rumah Ibadah Cukup Kemenag, FKUB Dicoret
Menurutnya, untuk ASN yang ditempatkan di IKN akan melekat di kementerian/lembaga.
Selain kebijakan kuota 5 persen, ada juga kebijakan afirmasi untuk putra-putri Kaltim untuk nantinya mereka bisa mengisi lowongan ASN, calon ASN, dan PNS di IKN.
“Termasuk dengan ASN yang sekarang, baik pejabat eselon III dan IV di sekitar Kalimantan Timur lebih berpeluang untuk berkontribusi juga di kementerian/lembaga yang ada di IKN melalui mutasi dan juga akan diberikan afirmasi,” kata Arizal.
Tak hanya itu, ASN yang akan dipindah ke IKN harus menguasai literasi digital. Menurut Arizal, ASN yang bekerja di sana sudah sangat berubah. Hal itu sesuai Permenpan-RB Nomor 7 Tahun 2022 yang mengatur cara kerja baru dalam untuk membangun kompetensi dan kompetisi.
Baca Juga: Makin Jelas, Ketum dan Sekjen Golkar Ungkap Ridwan Kamil Maju di Jakarta, Dedi Mulyadi di Jabar
Dikatakan Arizal, rencananya jumlah ASN yang akan dipindah di 2024 sebanyak 11.911 orang dari 36 kementerian/lembaga.
Namun karena kesiapan hunian, maka jumlah ASN yang akan dipindah hingga Desember 2024 baru sebanyak 3.246 ASN.
Dia juga mengungkapkan bahwa dalam rapat terbatas Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas dengan Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu bahwa ASN yang akan dipindah ke IKN adalah yang masih lajang.
Hal itu, kata dia, berkaitan dengan kesiapan infrastruktur hunian dan perkantoran.
"Artinya, ketika dia sudah punya keluarga di sini ya untuk sementara jangan bawa istri atau suaminya dulu ke sana. Jadi yang masih lajang," tuturnya. ***




