POJOKSATU.id, JAKARTA— Kementerian PAN-RB mengusulkan agar ASN yang rela pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur diberikan insentif Rp 100 juta.

Meski usulan ini belum mendapat persetujuan dari Kemenkeu, Kemen PAN-RB mengaku akan berjuang terus mendapatkan insentif Rp 100 juta ini.

Menurut Kemen PAN-RB, sangat tidak menarik bagi ASN yang mau pindah ke IKN ketika tidak diperhatikan insentifnya.

Analis Kebijakan Utama Kedeputian SDM Aparatur Kementerian PAN-RB, Arizal, mengatakan, usulan besaran insentif Rp 100 juta itu setara dengan tunjangan kinerja (tukin) pejabat yang setara eselon I di Otorita IKN.

Baca Juga: PNS Mojokerto Kedapatan Selingkuh Belum Diberhentikan, Sekda Sebut Sidang Disiplinnya Minggu Depan

Adanya sekolah dan rumah sakit bertaraf internasional di IKN dinilai tak akan cukup memenuhi biaya hidup di sana tanpa insentif bagi ASN itu.

"Tunjangan, tunjangan, tunjangan, saya enam kali, kita sudah rapat dengan Dirjen Anggaran (Kemenkeu), kita usul tunjangan insentif. Ada sekolah internasional, rumah sakit internasional, bagaimana ASN kalau nggak ada insentifnya bayar sekolah internasional itu?" kata Arizal dalam acara ASN Fest 2024, Sabtu (3/8) seperti dikutip dari YouTube KSP, Rabu (7/8).

Arizal mengatakan besaran insentif yang setara dengan pejabat eselon I di IKN itu lebih mencukupi ketimbang insentif yang selama ini diberikan ke kementerian atau lembaga lain.

Meski begitu, ia menekankan besaran insentif itu masih sebatas usulan dari Kementerian PAN-RB ke Kemenkeu.

Baca Juga: SIM Suga BTS Dicabut usai Kendarai Skuter Listrik dalam Kondisi Mabuk, AgensiBighit Music Beberkan Kronologi Peristiwa Menghebohkan Itu

Usulan itu belum mendapat persetujuan dari Kemenkeu karena butuh banyak persyaratan.

Arizal memastikan insentif ASN yang dipindah ke IKN sedang dalam proses penepatan. Ia optimis para ASN yang akan dipindah bisa mendapat insentif karena sudah menjadi perhatian khusus dari Presiden Jokowi.

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu mengaku belum mengetahui usulan insentif dari Kementerian PAN-RB ini.

"Saya belum tahu, nanti kita cek," katanya kepada wartawan di Aula Dhanapala Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2024).***