POJOKSATU.id, KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi membuka lowongan kerja melalui rekrutmen terbuka untuk proyek Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI) dan Indonesia Public Health Laboratory System Strengthening (InPULS).
Kedua program ini merupakan bagian dari Indonesia Health System Strengthening (IHSS) Project yang berfokus pada penguatan sistem kesehatan nasional.
Dilansir dari laman resmi Instagram @lifeatkemenkes, Kamis, 25 September 2025, Proyek SOPHI menitikberatkan pada penguatan layanan kesehatan primer di Indonesia, khususnya dalam hal perencanaan, tata kelola, hingga peningkatan layanan di tingkat masyarakat dan fasilitas kesehatan.
Baca Juga: TKA SMA Digelar November 2025, Gratis dan Tidak Wajib, Begini Penjelasan Kemendikdasmen
Tujuan program ini adalah membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan merata.
Sementara itu, proyek InPULS berfokus pada peningkatan infrastruktur laboratorium, pengembangan SDM, sistem penjaminan mutu, serta interoperabilitas data.
Program ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan Indonesia dalam melakukan surveilans kesehatan masyarakat, mendeteksi wabah, serta merespons situasi darurat kesehatan.
Melalui kedua proyek tersebut, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk melakukan transformasi kesehatan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Baca Juga: Simak Ini! Strategi Cerdas Biar Cepat Naik Jabatan di Perusahaan
Kemenkes membuka dua posisi penting dalam rekrutmen ini, yaitu:
-Planning Coordinator – SOPHI
-Finance Coordinator – SOPHI dan InPULS
-Lokasi penempatan: Jakarta
Baca Juga: Buruh Desak UMP DKI 2026 Naik 10 Persen, Pihak KSPI Temui Gubernur Pramono
Cara Daftar dan Batas Waktu
-Pelamar yang berminat dapat mengirimkan CV dan dokumen pendukung melalui formulir online di tautan berikut: s.kemkes.go.id/RecruitmentPMUSOPHI-InPULS
-Batas akhir pendaftaran: 30 September 2025 pukul 23.59 WIB.
-Perlu dicatat, hanya kandidat terpilih yang akan dihubungi oleh pihak Kemenkes.
Kemenkes menegaskan, rekrutmen ini tidak dipungut biaya apapun. "Kemenkes tidak pernah meminta biaya perjalanan, akomodasi, atau administrasi dalam proses seleksi," tegas dalam pengumuman itu.
Kemenkes juga mengimbau spabila menemukan indikasi penipuan, segera laporkan melalui laman wbs.kemkes.go.id.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.
"Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dan berkontribusi dalam transformasi sistem kesehatan Indonesia bersama mitra pembangunan global terkemuka," pungkas Kemenkes. ***



