POJOKSATU.id - Dukungan penuh meningkatkan kualitas pendidikan sekolah rakyat sebagai program utama pemerintah, kembali hadir melalui kolaborasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Sosial (Kemensos).

Baru-baru ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menandatangani nota kesepahaman (MoU), dengan tujuan meningkatkan akses pendidikan anak-anak kurang mampu di Indonesia.

Kolaborasi kedua pihak berkaitan dengan penyediaan 28 bus untuk mendukung mobilitas sekolah rakyat di sejumlah daerah.

Baca Juga: TPG Full 1 Bulan di THR dan Gaji 13 Tahun 2025, Simak Historis Perubahan Kebijakan Pemerintah

Membangun Infrastruktur bagi Masa Depan

Menhub Dudy Purwagandhi menyampaikan terkait keamanan operasional bus yang disalurkan untuk sekolah rakyat, akan terus dipastikan keamanannya oleh Kemenhub.

“Kita tidak hanya membangun jalan atau menyediakan kendaraan, tetapi juga membuka jalur kesempatan bagi anak-anak bangsa,” ucap Dudy setelah menandatangani MoU dikutip pada 6 November 2025.

Dudy juga menyampaikan bahwa penyediaan transportasi (bus) merupakan upaya pemerataan untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena alasan hambatan akses.

Baca Juga: Mau Operasi Gratis Pakai BPJS? Cek Daftar Operasi yang Ditanggung dan Prosedurnya di Sini

Transportasi sebagai Instrumen Pemerataan

Sri Sultan Hamengku Buwono X turut memberi tanggapan, bahwa transportasi inklusif dapat meningkatkan 30 persen lebih tinggi peluang anak-anak untuk bersekolah.

“Ini artinya akses bukan hanya soal jalan dan kendaraan, tetapi juga membuka masa depan, dan membangun keadilan sosial,” ucap Sri Sultan.

Dalam kesempatan ini ia menambahkan, bahwa Yogyakarta siap menjadi laboratorium kolaboratif atau tempat di mana kebijakan dapat diuji dalam kenyataan, dan inovasi untuk bertumbuh dalam empati.

Baca Juga: Empat Film Indonesia Terbaru Tayang di Bioskop, dari Horor Mistis sampai Drama yang Bikin Baper

Masa Depan yang Lebih Baik

Kolaborasi ini menjadi harapan untuk terus meningkatkan akses pendidikan bagi anak kurang mampu, sekaligus membuka peluang bagi mereka dalam menggapai masa depan yang lebih baik.

Gus Ipul menyebut, saat transportasi dan kerja sosial bersatu, maka keadilan sosial dapat bergerak nyata dalam kehidupan masyarakat kecil.

Adapun penyediaan bus merupakan bagian dari program strategis nasional sekolah rakyat untuk membuka akses pendidikan bagi anak kurang mampu, yang digagaskan oleh presiden Prabowo.

Baca Juga: Sosok Pelaku Ledakan SMAN 72 Ternyata Siswa Pendiam, Motif Disebut Balas Dendam  pada Kawannya

Penyaluran bus sebanyak 28 unit tahun ini akan diberikan ke wilayah Aceh hingga Papua, di mana telah tercatat 166 sekolah rakyat tersebar di seluruh Indonesia dan peserta didik hampir 16.000 anak. ***