POJOKSATU.ID - Program penanganan kesehatan mental bagi siswa Sekolah Rakyat akan berfokus pada pendekatan berbasis kelompok sebaya.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama BKKBN menawarkan program Pusat Informasi dan Konseling Remaja atau PIK-R sebagai solusi utama.

Program PIK-R ini dirancang khusus untuk menyediakan fasilitas konselor sebaya di lingkungan sekolah.

Kehadiran konselor sebaya dinilai sangat efektif karena remaja pada umumnya lebih nyaman berbagi cerita dengan teman seusianya.

Baca Juga: Perkuat Mental Generasi Muda, Kemensos Rangkul BKKBN Dampingi Siswa Sekolah Rakyat

Pendekatan ini memungkinkan pemantauan dan deteksi dini terhadap potensi masalah kesehatan mental siswa sebelum menjadi lebih berat.

Selain PIK-R, BKKBN juga melibatkan organisasi Generasi Berencana atau Genre untuk memperkuat wadah pendampingan tersebut.

Melalui organisasi Genre, para siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan pelatihan khusus agar mampu menjadi konselor sebaya yang terampil.

Pelatihan ini juga melibatkan dukungan penuh dari para psikolog serta tenaga profesional di bidang kesehatan jiwa.

Baca Juga: Penjangkauan Berbasis DTSEN, Sekolah Rakyat Prioritaskan Anak Putus Sekolah

Apabila ditemukan siswa yang menunjukkan gejala gangguan mental serius, mekanisme rujukan medis telah disiapkan secara sistematis.

Siswa yang membutuhkan penanganan khusus akan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan atau lembaga yang kompeten menangani masalah kesehatan mental.

Tak hanya itu, pemerintah juga berencana mengintegrasikan program Sekolah Siaga Kependudukan ke dalam ekosistem Sekolah Rakyat.

Pengintegrasian berbagai program ini bertujuan untuk membangun ketahanan mental remaja secara komprehensif dari berbagai sudut pandang.

Melalui pendampingan yang terstruktur, para siswa diharapkan memiliki kesehatan emosional yang stabil dalam menghadapi masa depan.

Kolaborasi intervensi ini menegaskan bahwa penanganan masalah mental remaja membutuhkan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Seluruh rangkaian program pendampingan sebaya ini diproyeksikan menjadi pilar penting dalam mencetak lulusan Sekolah Rakyat yang berdaya saing tinggi.***