POJOKSATU.id - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Indonesia memperkuat program penyiapan lulusan agar mampu menangkap peluang kerja di tingkat internasional.

Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional.

Pesan itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) 2026 di Bandar Lampung.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kepung Malaysia, Kasus ISPA Naik 124 Persen

Rakernas tersebut mengusung tema "Sai Bumi Ruwa Jurai untuk Indonesia Emas 2045: Penguatan daya saing perguruan tinggi swasta yang mandiri, inovatif, kolaboratif, dan berdampak."

Peluang Kerja Global Terbuka Lebar
Brian mengapresiasi berbagai terobosan Aptisi, termasuk program Global Talent dan Sekolah Kepemimpinan Perguruan Tinggi.

Menurutnya, sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, hingga negara-negara Eropa tengah menghadapi kekurangan tenaga kerja.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi lulusan perguruan tinggi Indonesia.

Baca Juga: Ketika Mama Bihelminami Penyintas Gempat NTT Paksa Relawan Gerakan Anak Negeri Petik Sendiri Jambu Mete Miliknya

“Peluang bekerja di luar negeri itu sangat besar. Karena itu, kita ingin menangkap peluang tersebut dengan menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten,” ujar Brian.

Pemerintah, kata dia, tengah mendorong program pengiriman lulusan perguruan tinggi untuk bekerja di luar negeri.

Persiapan tidak hanya mencakup kompetensi akademik, tetapi juga sertifikasi keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.

Baca Juga: Naik Level, Kerjakan 20 Contoh Soal SKD Sekolah Kedinasan 2026, Lengkap Pembahasan dan Jawaban

Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Sertifikasi
Persoalan biaya sertifikasi dan persiapan keberangkatan juga menjadi perhatian pemerintah.

Kemendiktisaintek tengah menjajaki kerja sama dengan sektor perbankan untuk menyediakan skema pembiayaan bagi lulusan.

Melalui skema tersebut, biaya persiapan dapat dibayarkan terlebih dahulu dan kemudian dicicil melalui pemotongan sebagian penghasilan setelah lulusan bekerja di luar negeri.

Menurut Brian, skema tersebut dapat menjadi terobosan untuk membuat perguruan tinggi semakin berdampak dan berdaya.

Baca Juga: Latihan Soal SKD Sekolah Kedinasan 2026, Tes Awal Dulu di Sini, Lengkap Pembahasan TWK dan TIU

Dorong Tata Kelola Kampus Lebih Efisien
Selain membuka peluang kerja global, pemerintah juga mendorong penguatan tata kelola perguruan tinggi.

Salah satu kebijakan yang tengah dikaji Kemendiktisaintek adalah penggabungan atau merger bagi perguruan tinggi negeri (PTN) yang dinilai belum mencapai skala pengelolaan yang efisien.

Penguatan skala ekonomi kampus dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya, sistem informasi, administrasi akademik, dan manajemen perguruan tinggi.

Brian juga menegaskan pemerintah terbuka terhadap masukan Aptisi dan pengelola PTS untuk memperbaiki kebijakan pendidikan tinggi.

Baca Juga: Jangan Bingung, Ini Cara Cek dan Bayar Kode Billing Sekolah Kedinasan 2026, Simak Langkahnya

Universitas Teknokrat Siap Ikuti Program Global Talent
Rakernas Aptisi turut dihadiri Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Dr. H.M. Nasrullah Yusuf.

Rektor UTI menyatakan kampusnya siap mendukung program Global Talent yang didorong pemerintah.

“Kami sangat mengapresiasi arahan Bapak Menteri. Universitas Teknokrat Indonesia melalui semangat Kampus Berdampak sudah menyiapkan kurikulum, sertifikasi, dan kerja sama industri agar lulusan kami siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Nasrullah.

Menurutnya, program Global Talent sejalan dengan visi UTI untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing global.

Baca Juga: Ini Cara Lolos Seleksi Riset OMI 2026, dari Proposal hingga Grand Final dan Expo

UTI menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah dan Aptisi untuk mendukung terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing di dunia internasional menuju Indonesia Emas 2045.

Rakernas tersebut turut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar serta Sekretaris Provinsi Lampung Marindo Kurniawan yang mewakili Gubernur Lampung.

Kehadiran pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi swasta tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyiapkan lulusan Indonesia menghadapi persaingan kerja global. ***