POJOKSATU.ID - Program revitalisasi sekolah atau Percepatan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan (PSPP) yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan kemajuan signifikan.

Program ini bertujuan memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak di seluruh Indonesia.

Menurut data yang dirilis oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, sebanyak 11.179 sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kemendikdasmen.

Jumlah ini mencakup 75,8% sekolah negeri dan 24,2% sekolah swasta.

Baca Juga: Isu Menpora Baru Antara Taufik Hidayat, Puteri Komarudin, dan Raffi Ahmad, Siapa Paling Kaya?

Sekolah-sekolah tersebut terdiri dari 1.260 PAUD, 3.903 SD, 3.974 SMP, dan 2.042 SMA.

Proses penyaluran dana juga berjalan lancar.

Hingga 8 September 2025, sebanyak 70% dari total bantuan telah disalurkan ke 9.595 sekolah pada tahap pertama.

Dana ini diterima oleh 1.071 PAUD, 3.832 SD, 2.650 SMP, dan 2.042 SMA.

Baca Juga: Sejarah Balap Indonesia: Empat Pebalap Binaan Astra Honda Siap Melesat di GP Misano

Sementara itu, penyaluran tahap kedua sebesar 30% akan dilakukan setelah kemajuan pembangunan fisik sekolah mencapai 70%.

Kemendikdasmen menargetkan pembangunan seluruh 13.834 sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi akan rampung pada Desember 2025.

Diperkirakan pada September ini ada 12 sekolah yang selesai, disusul 800 sekolah di bulan Oktober, dan sisanya 13.000 sekolah akan tuntas di akhir tahun.

Selain revitalisasi, Kemendikdasmen juga memberikan bantuan untuk pembangunan 67 unit sekolah baru (USB), yang terdiri dari 37 PAUD dan 30 SMA.***

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel WhatsApp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala