POJOKSATU.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengamankan total pagu anggaran sebesar Rp55,4 triliun untuk tahun 2026.
Angka ini merupakan peningkatan dari pagu definitif awal yang sebesar Rp55 triliun.
Setelah Kemendikdasmen menerima tambahan anggaran sebesar Rp400 miliar dari Panitia Kerja (Panja) Belanja Pemerintah Pusat pada 11 September 2025.
Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, penambahan dana ini akan dialokasikan untuk enam program utama yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Baca Juga: Kisah Akbar, Mantan Montir yang Temukan Harapan Baru di Sekolah Rakyat
Salah satu fokus utama dari alokasi anggaran ini adalah penguatan kompetensi guru.
Melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di berbagai daerah, para guru akan mendapatkan pelatihan dan pengembangan profesional yang lebih intensif.
Tujuannya jelas, agar kualitas pengajaran di kelas meningkat dan guru mampu berinovasi.
Selain itu, pengadaan peralatan pendidikan juga menjadi prioritas.
Baca Juga: Kemensos Jamin Bansos Tersalurkan Penuh, Alihkan Bantuan Sisa dan Hapus KPM Bermasalah
Langkah ini sangat krusial untuk memastikan sekolah memiliki sarana yang memadai, sehingga proses belajar mengajar tidak terhambat oleh keterbatasan fasilitas.
Di era digital, Kemendikdasmen akan berinvestasi pada pengembangan konten dan bimbingan teknis untuk digitalisasi pembelajaran.
Program ini akan membantu sekolah dan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum, membuat pembelajaran lebih interaktif dan menarik.
Tidak hanya itu, peningkatan pelaksanaan tes kemampuan akademik juga menjadi perhatian.
Dengan perbaikan kualitas materi dan soal, diharapkan evaluasi kompetensi siswa menjadi lebih akurat dan relevan.
Ini adalah langkah penting untuk mengukur efektivitas sistem pendidikan secara nasional.
Untuk memastikan standar kualitas pendidikan tercapai, Kemendikdasmen akan memprioritaskan peningkatan akreditasi satuan pendidikan.
Proses akreditasi yang lebih ketat dan komprehensif akan mendorong setiap sekolah untuk terus memperbaiki diri dan memenuhi standar yang ditetapkan.
Baca Juga: Kisah Akbar, Mantan Montir yang Temukan Harapan Baru di Sekolah Rakyat
Terakhir, anggaran ini juga akan mendukung pembangunan kebahasaan dan kesastraan.
Secara khusus, program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) akan diperkuat, yang menunjukkan peran Bahasa Indonesia di kancah global semakin penting.
Dengan enam program ini, Kemendikdasmen optimis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing.
Pagu anggaran ini dibahas dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks DPR RI, Jakarta, pada 15 September 2025.
Rapat tersebut juga membahas rencana kerja dan anggaran Kemendikdasmen untuk tahun anggaran 2026, termasuk alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) di bidang pendidikan.***
Baca Juga: Kemensos Jamin Bansos Tersalurkan Penuh, Alihkan Bantuan Sisa dan Hapus KPM Bermasalah
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




