POJOKSATU.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah berupaya keras untuk memulihkan kegiatan belajar mengajar di tiga provinsi yang dilanda bencana.
Daerah yang menjadi sasaran adalah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Fokus utama kementerian saat ini adalah melakukan pendataan komprehensif terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan.
Serta merencanakan kebutuhan yang diperlukan agar para siswa dapat melanjutkan pendidikan mereka tanpa terhenti.
Baca Juga: Sorotan Kunjungan Wamensos dan Wamen PUPR ke Lokasi Bencana Aceh Tenggara!
Selain itu, Kemendikdasmen juga menyediakan layanan dukungan psikososial untuk membantu para korban bencana mengatasi trauma.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam bagi seluruh masyarakat yang terdampak musibah banjir dan tanah longsor.
Sebagai bentuk dukungan, Kemendikdasmen telah mengalokasikan dana sebesar Rp13,3 miliar khusus untuk bantuan bencana di ketiga provinsi tersebut.
Selain anggaran pemerintah, kementerian juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi memberikan bantuan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kemendikdasmen.
Baca Juga: KEJOG 2025 Gojek Viral! Intip Status Julukan Kocak yang Bikin Ngakak!
Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa meskipun Kemendikdasmen sudah menyiapkan berbagai perlengkapan sekolah dan bantuan lainnya untuk para siswa.
Penyalurannya masih terkendala karena akses menuju lokasi yang sedang dalam proses pemulihan.
Oleh karena itu, kementerian bekerja secara intensif dan berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah.
Hal ini untuk mengumpulkan data akurat mengenai kerusakan fasilitas pendidikan dan kebutuhan mendesak para korban.
Lebih lanjut, Menteri Mu’ti mengajak semua pihak untuk bekerja sama dan bergotong-royong dalam membantu korban bencana.
Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan penanganan yang baik bagi semua yang terdampak.
Setelah data yang akurat terkumpul, langkah selanjutnya adalah merancang strategi agar proses belajar mengajar dapat segera dimulai kembali.
Rencana tersebut termasuk memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak dan memprioritaskan sekolah-sekolah yang rusak parah.
Sekolah tersebut menjadi prioritas untuk mendapatkan bantuan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun berikutnya.***
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




