POJOKSATU.ID - Suasana hangat menyelimuti kampus UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Hari itu, puluhan pesantren dari seluruh Sumatera Barat berkumpul dalam Expo Kemandirian Pesantren 2025.

Ajang ini menjadi panggung bagi pesantren untuk menunjukkan hasil karya, produk kreatif, hingga inovasi bisnis berbasis syariah yang tumbuh dari lingkungan mereka sendiri.

Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat melalui program ini ingin menegaskan satu pesan penting: pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga penggerak ekonomi umat.

Baca Juga: Probulita MTsN 14 Jakarta Timur Ajak Siswa Cinta Lingkungan

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) Kanwil Kemenag Sumbar, Joben, hadir mewakili Plt. Kakanwil Edison.

Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada pihak kampus. “Terima kasih kepada Ibu Rektor dan seluruh civitas akademika UIN Bukittinggi yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini,” ujar Joben.

“UIN Bukittinggi menjadi satu-satunya perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Sumatera Barat yang menggelar Expo Kemandirian Pesantren,” lanjutnya.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren adalah langkah nyata dunia akademik dalam membangun ekonomi berbasis syariah.

Baca Juga: Pendaftaran SIPKA Guru Dibuka hingga 30 November 2025, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

“Pesantren bisa belajar manajemen modern, sementara kampus belajar kearifan lokal dan ketulusan pengabdian,” ujarnya.

Expo ini merupakan bagian dari Program Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren yang telah dijalankan Kementerian Agama sejak 2021 hingga 2025.

Program ini membantu pesantren membangun unit usaha produktif, mulai dari pertanian, pengolahan pangan, hingga produk kreatif khas daerah.

Dari total 308 pesantren di Sumatera Barat, sekitar 45 persen sudah terlibat dalam program inkubasi tersebut.

Bahkan, 67 pesantren telah menerima dukungan langsung untuk pengembangan bisnis mandiri.***